Sabtu, 7 November 2026 WIB
LIFESTYLE

Sifat Tamak dalam Islam: Nafsu Harta yang Memicu Kerusakan Sosial

Sifat Tamak dalam Islam
Sifat Tamak dalam Islam

JAKARTA — Sifat tamak dalam Islam dipandang sebagai penyakit hati yang dapat mendorong seseorang mengejar harta dan kekuasaan tanpa memedulikan hak orang lain. Mutohharun Jinan, pengajar Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, menyebut ketamakan sebagai salah satu sumber persoalan dan petaka bagi masyarakat maupun bangsa.

Dampaknya tidak berhenti pada diri sendiri. Korupsi, perampokan, penipuan, dan perampasan hak orang lain disebut sebagai perilaku yang dapat berakar dari sikap serakah.

Apa arti sifat tamak dalam Islam?

Sifat tamak dalam Islam merujuk pada keinginan berlebihan untuk memiliki atau memperoleh keuntungan, terutama dalam urusan kebendaan. Sikap itu membuat seseorang terus mengejar tambahan harta tanpa mempertimbangkan batas halal dan haram.

Dalam ajaran Islam, rakus juga dikenal dengan istilah al-hirshu atau ath-thama’u. Intinya, seseorang tidak pernah merasa cukup dan terus ingin menambah miliknya, bahkan ketika keinginan itu mengabaikan hak orang lain.

Ukurannya bukan semata-mata jumlah harta. Seseorang bisa dikuasai ketamakan ketika kepentingan dirinya atau kelompoknya selalu didahulukan, sementara kewajiban berbagi dan batas moral dikesampingkan.

Sikap ini juga dapat muncul dalam hubungan sehari-hari. Orang yang selalu mengharapkan pemberian, tetapi enggan berbagi, memperlihatkan ketimpangan antara keinginan menerima dan kesediaan memberi. Ketika pola itu menetap, rasa cukup dan syukur semakin sulit tumbuh.

Bagaimana ketamakan merembet ke kehidupan masyarakat?

Keinginan mengumpulkan harta atau mengejar kuasa dapat menggeser pertimbangan tentang benar dan salah. Ketika ambisi pribadi menjadi ukuran utama, kepentingan orang lain mudah diabaikan. Bahkan, seseorang bisa menempuh cara yang bertentangan dengan batas halal dan haram.

Di masyarakat, dampaknya terasa pada hak dan kepercayaan. Korupsi, penipuan, perampokan, serta tindakan mengambil hak orang lain merugikan pihak yang menjadi sasaran sekaligus merusak hubungan sosial. Orang menjadi sulit percaya ketika kepentingan pribadi terus menang atas keadilan.

Jinan menempatkan ketamakan bersama hasrat berkuasa dan keinginan memiliki sesuatu secara berlebihan sebagai sumber persoalan kehidupan masyarakat dan bangsa. Penjelasan itu menunjukkan bahwa kerakusan bukan hanya urusan batin pribadi: perilakunya dapat membawa akibat yang lebih luas ketika diterapkan dalam kehidupan bersama.

Rantai kerusakannya bisa bermula dari rasa tidak pernah cukup. Keinginan yang terus bertambah menumbuhkan dengki dan hasad, lalu memicu permusuhan serta perbuatan keji dan mungkar. Bagi masyarakat, dampak konkretnya adalah hak orang lain terancam dan hubungan antarwarga dapat memburuk.

Mengapa orang tamak sulit merasa cukup?

Orang yang dikuasai ketamakan cenderung menilai hartanya masih kurang, berapa pun yang sudah dimiliki. Karena selalu membandingkan keinginan dengan apa yang belum diperoleh, ia sulit mensyukuri pemberian Allah SWT.

Pola tersebut juga menjelaskan mengapa sifat serakah tidak otomatis berhenti setelah seseorang mendapat keuntungan. Jika rasa cukup tidak menjadi batas, tambahan harta justru membuka keinginan baru. Kepentingan orang lain pun berisiko kembali tersisih.

Peringatan tentang ambisi terhadap harta disampaikan Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Beliau bersabda: “Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah. Tidak ada yang dapat memenuhi mulutnya selain tanah (kematian). Dan Allah menerima tobat orang yang bertobat.”

Hadis itu menggambarkan keinginan manusia yang dapat terus bertambah, sekaligus mengingatkan bahwa ketamakan bukan keadaan yang harus dipelihara. Bagian akhir sabda tersebut menegaskan terbukanya tobat bagi orang yang kembali, sementara peringatan tentang harta tetap menjadi pengingat atas bahaya hidup tanpa rasa cukup.

(AG)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →
TRENDING Cek Weton Tanggal Lahir: Kalkulator Hari, Pasaran, dan Neptu Jawa