Bendungan Jragung juga memiliki potensi pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 1,4 megawatt (MW). Potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang disebut perusahaan mencapai 90,2 MW.
Ari mengatakan infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan air. “Selain mendukung ketahanan pangan, Bendungan Jragung juga mendorong ketahahan energi dan air.
Bendungan ini memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan kapasitas sebesar 1,4 MegaWatt (MW) dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 90,2 MW, sehingga diharapkan dapat mendukung pengembangan energi terbarukan,” ujar Ari dalam keterangan resmi, Minggu (8/11/2026).
Ruang hijau dan peluang ekonomi warga
Waskita Karya menyebut area sekitar bendungan turut dikembangkan sebagai ruang publik hijau. Masyarakat setempat membantu menanam tanaman buah dan pohon produktif, yang menurut perusahaan berpotensi mendukung pengembangan kawasan agrowisata.
Jika dikelola sebagai desa wisata, kawasan itu diharapkan membuka nilai tambah ekonomi langsung bagi warga. Ari menyatakan perusahaan ingin mendorong pemerataan kesejahteraan melalui proyek infrastruktur, termasuk pembangunan bendungan.
Untuk saat ini, pekerjaan di lokasi masih berfokus pada penyelesaian pemasangan pelindung lereng dan penanaman rumput.
Ari mengatakan, “Kami dibantu masyarakat di sekitar bendungan turut menciptakan ruang publik hijau yang ditanami berbagai tanaman buah dan pohon produktif, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi kawasan agrowisata.
Diharapkan langkah ini mampu memberikan nilai tambah ekonomi secara langsung bagi warga di sana melalui pengelolaan desa wisata.”











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.