Tombol mengambil ruang aplikasi favorit
Ada konsekuensi yang terlihat setelah tombol diaktifkan: satu tempat di bilah favorit tidak lagi tersedia untuk aplikasi. Pengguna yang ingin menaruh lebih banyak pintasan di bagian bawah layar perlu mempertimbangkan ruang yang berkurang itu.
Karena itu, pilihan ini paling masuk akal bagi pengguna yang merasa tombol lebih mudah ditemukan atau tidak ingin mengubah kebiasaan. Pengguna yang nyaman dengan gestur usap dapat mempertahankan tampilan layar utama tanpa tombol tambahan.
Keputusan Samsung mempertahankan opsi tersebut menunjukkan bahwa pembaruan antarmuka tidak selalu menghapus fitur lama sepenuhnya. Perusahaan masih memberi pengguna pilihan untuk mengatur pengalaman sesuai kebiasaan mereka.
Pola serupa juga berlaku untuk navigasi. Samsung masih menggunakan navigasi tiga tombol di layar sebagai pengaturan bawaan, sementara pengguna dapat memilih navigasi berbasis gestur melalui menu Pengaturan.
Navigasi gestur diperkenalkan pada Android 9.0 Pie pada 2018. Pengguna yang ingin beralih dari tiga tombol dapat mengubahnya di Pengaturan, sehingga mereka tidak harus memakai satu cara navigasi yang sama.
Untuk tombol Semua Aplikasi, keputusan akhirnya bergantung pada satu hal sederhana: kemudahan mengetuk dibanding ruang untuk pintasan. Setelah tombol aktif, sisi kanan bilah favorit menjadi tempatnya.











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.