JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera menuntaskan persoalan pemadaman listrik yang terus terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Arahan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (4/8/2026).
Bahlil mengakui adanya kendala pasokan listrik di beberapa titik yang sudah berlangsung cukup lama. Pemerintah kini tengah berkoordinasi secara intensif dengan PT PLN (Persero) untuk memetakan langkah penanganan yang lebih terukur. Menurut Bahlil, gangguan tersebut bukan disebabkan oleh defisit daya, melainkan dipicu oleh agenda pemeliharaan fasilitas serta permasalahan pada jaringan induk.
Keluhan Warga dan Respons Ombudsman
Di sisi lain, masyarakat di berbagai daerah di Kalimantan telah merasakan dampak pemadaman yang kian intens sejak Juni 2026. Keluhan tersebut tidak hanya datang dari sektor rumah tangga, tetapi juga menyentuh aktivitas ekonomi warga di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga Kabupaten Barito Kuala.
Kepala Perwakilan Ombudsman Kalimantan Selatan, Hadi Rahman, mencatat bahwa pemadaman sering terjadi tanpa pemberitahuan resmi atau informasi yang tidak selaras antara kanal media sosial PLN dengan kondisi lapangan. Durasi pemadaman dilaporkan mencapai empat hingga lima jam setiap harinya.
Akibatnya, masyarakat menanggung kerugian nyata, mulai dari kerusakan perangkat elektronik rumah tangga hingga terganggunya perawatan kesehatan bagi anggota keluarga yang sakit atau bayi.
Ombudsman sendiri telah mengundang pihak PT PLN UP3 Banjarmasin, PT PLN ULP Lambung Mangkurat, PT PLN ULP Ahmad Yani, serta PT PLN ULP Banjarbaru untuk melakukan klarifikasi pada 30 Juli lalu. Berdasarkan laporan yang diterima, banyak pengaduan masyarakat yang disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile belum mendapatkan respons atau penanganan yang memadai.
Target Pemulihan Listrik
Menanggapi desakan publik, pihak PLN telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Gangguan teknis diidentifikasi berasal dari pembangkit Tanjung Power Indonesia dan SKS Listrik Kalimantan, di samping adanya pekerjaan rutin di PLTU Asam-Asam.
Saat ini, proses perbaikan di Tanjung Power Indonesia dilaporkan sudah rampung. Sementara itu, pemulihan di SKS Listrik Kalimantan ditargetkan selesai pada 5 Agustus 2026. Untuk pemeliharaan di PLTU Asam-Asam, pihak pengelola menargetkan penyelesaian pada 29 Agustus 2026.
Bagi masyarakat, stabilitas pasokan listrik menjadi krusial karena menyangkut daya saing ekonomi daerah serta kenyamanan aktivitas harian. Pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM berkomitmen mengawasi progres perbaikan ini agar gangguan serupa tidak berulang dan pelayanan kelistrikan dapat kembali normal dalam waktu dekat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.