Minggu, 26 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harga Komoditi Unggulan Naik, Para Petani di Babel Bisa Bernapas Lega

Harga Komoditi Unggulan Naik, Para Petani di Babel Bisa Bernapas Lega
Harga Komoditi Unggulan Naik, Para Petani di Babel Bisa Bernapas Lega

Di tingkat pabrik harganya mencapai kenaikan hingga Rp 1.800 sampai Rp 1.900 tergantung pada pabriknya. Ini juga tergantung dari bobot buah Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan. Sesuai standar, semakin berat buah dihasilkan, maka semakin tinggi harga dikelompokkan.

Selain kelapa sawit komoditas lain seperti lada atau sahang juga mengalami kenaikan yang sama. Peningkatan harga terjadi antara ring Rp 1.000 hingga Rp 2.000 namun, masih terjadi fluktuasi harga. Bahkan yang tadinya di kisaran harga Rp50.000 perkilo, hari Selasa (8/12/2020) di tingkat petani ada yang mencapai Rp60.000 hingga Rp61.000 perkilo, tergantung dari tingkat kekeringan dan kualitas lada yang dihasilkan.

Selain dua komoditas unggulan tersebut, komoditas karet juga ikut membaik karena, harga karet ini tergantung dari kualitas lateks yang dihasilkan.

“Karet ini sebetulnya bukan murah atau tidak laku, ini tergantung dari kualitas lateks. Seharusnya kisaran kualitas rendah ada pada harga Rp 3500-4000 per kilo dan kualitas tinggi bisa mencapai harga Rp 10.000 per kilo. Yang membuat harga rendah dari karet adalah kebanyakan produksi karet yang dihasilkan oleh petani masih mempunyai kadar air yang tinggi,” jelasnya.

Para petani karet terbiasa merendam getah karet yang dihasilkan bahkan sampai dengan dijual sehingga, membuat kadar air terlalu tinggi dan harga tidak maksimal. Seharusnya setelah disadap, langsung dikentalkan tanpa air.

Dengan kombinasi kenaikan harga dari tiga komoditi hari ini secara tidak langsung para petani tahun ini mulai merasakan efek dari kenaikan harga ini. Hasil signifikan yang dapat dilihat hari ini adalah kenaikan luas tanah dan luas tanam. Tinggal upaya para petani untuk tetap menjaga hasil produksi yang dihasilkan.

Menanggapi kenaikan harga beberapa komoditi ini, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menjelaskan bahwa, ini adalah bentuk usaha yang terus-menerus dilakukan Pemprov Babel yang telah bersinergi dengan petani.

“Pemprov. Babel terus mendorong pertanian. Dan kita bersyukur petani kita sejalan dengan kita untuk bersinergi. Ini juga tidak terlepas dari keberhasilan rekan-rekan penyuluh kita memberikan masukan-masukan kepada petani,” pungkasnya.(**)

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda