Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Sebanyak 61 ABK China dan Iran Ditahan Bakamla

Sebanyak 61 ABK China dan Iran Ditahan Bakamla
Kapal MT Horse dan MT Freya ditahan Bakamla. (Foto: ANTARAFOTO/Teguh Prihatna)

“Kami ada waktu tujuh hari. Pada dasarnya MPH Horse dan MT Freya akan tetap kita ajukan, berikan ke penyidik untuk ditindaklanjuti,”

Jakarta, Journalarta.com – Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengakui menahan 36 anak buah kapal (ABK) berkebangsaan Iran dan 25 ABK berkebangsaan China terkait penangkapan Kapal MT Horse dan Kapal MT Freya.

Kepala Zona Maritim Barat Laksamana Pertama Bakamla Hadi Pranoto memastikan para ABK dan kru kapal MT Freya serta MT Horse yang ditahan sejak tertangkap tangan melakukan lego jangkar dan ship to ship bahan bakar ilegal di perairan Pontianak dalam keadaan aman.

“Memang kapal ini satu berbendera Iran dengan ABK 36 Iran yang MT Freya, berbendera Panama dengan ABK 25 orang China. Tiongkok,” kata Hadi melalui rekaman suara yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (29/1/21).

Para ABK dan kru kapal ini pun telah menjalani pemeriksaan untuk memastikan seluruhnya bebas dari virus covid-19. Secara keseluruhan mereka tak mengalami gejala sakit apapun.

“Aman. Dan sudah di-rapid antigen dari Bakamla, semua sehat, nahkoda sehat, personel sehat,” kata dia.

Lebih lanjut, Hadi menyebut hingga saat ini belum ada agen manapun dari kedua negara yang mengakui kepemilikan atas kapal yang diduga telah melakukan pelanggaran berlapis di wilayah perairan Indonesia.

Penyidikan pun kata dia, hingga saat ini masih terus dilakukan Bakamla. Sementara para awak kapal secara keseluruhan dalam kondisi baik dan dijaga ketat oleh pihaknya.

“Sampai sekarang belum ada agennya, Belum ada yang mengakui,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah China meminta penjelasan Indonesia tentang nasib 25 awak kapal tanker dari negara itu yang ikut ditahan oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, membenarkan bahwa ada 25 warga negara China yang berada di dalam kapal yang ditangkap Bakamla. Namun, dia tidak merinci apakah seluruh ABK China itu hanya berada di satu kapal atau terpisah.

“Kedutaan besar kami sudah menyampaikan hal itu kepada Indonesia. Kami meminta mereka mengklarifikasi tentang kondisi para pelaut China secepatnya, dan memberi kabar secara formal,” kata Zhao, seperti dilansir Reuters.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda