Tak hanya itu di dalam ruang gedung KBO Babel hadir seorang ‘komedian’ Jack Tugil saat sedang melakukan Podcasting di ruang studio KBO Babel pun ikut terkejut lantaran adanya suara riuh di ruang lobi tamu.
Menyaksikan Enji dan BH saling berdebat, Ryan pun mencoba menengahi perdebatan yang sedang berlangsung di ruang lobi tamu KBO Babel. Namun lagi-lagi BH kembali mempersoalkan pemberitaan insiden di Sampur tersebut.
“Jika saudara merasa keberatan dengan pemberitaan yang ada di media online. Nah silahkan beri sanggahan atau klarifikasi dan kami akan memberikan ruang hak jawab untuk saudara,” terang Ryan di hadapan oknum Satpol PP tersebut (BH).
Tak hanya itu Ryan pun sempat menyinggung sikap yang semena-mena oleh BH yang diketahui merupakan aparat penegak peraturan namun.berkelakuan kurang sopan saat datang ke KBO Babel.
Bahkan Ryan pun kembali menerangkan perihal tugas wartawan/jurnalis perihal BH yang tetap ngotot mempertanyakan mengapa insiden tersebut diberitakan oleh wartawan sehingga dirinya merasa keberatan dengan pemberitaan yang ada di sejumlah media online.
“Bukankah sudah saya jelaskan jika merasa keberatan dengan pemberitaan itu silahkan klarifikasi atau hak jawab dari saudara. Namun anehnya saudara masih saja ngotot menanyakan kembali kenapa kejadian itu diberitakan,” singgung wartawan senior ini.
Selain itu, Ryan sempat mengingatkan BH terkait kewenangan wartawan/jurnalis dalam hal membuat suatu pemberitaan sesuai dengan fakta di lapangan tanpa ada pihak lain yang dapat menghalangi tanpa terkecuali.
“Perlu saudara ketahui bahwa wartawan dilindungi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentamg Pers. Jadi dalam menjalankan profesinya. Sikap saudara jelas kembali mencoba mengintervensi kewenangan wartawan,” terang Ryan.
Setelah mendapat penjelasan tersebut akhirnya BH menceritakan awal permasalahannya dengan wartawan RK. Menurutnya permasalahan pribadi antara ia dan RK sesungguhnya sudah cukup lama. Sehingga ia pun mengaku merasa sangat kesal, sebab tanpa disangkanya akhirnya bertemu dengan RK saat acara peresmian Majsid Ilmal Yaqin di Sampur Kebintik, Rabu (10/11/2021) siang.
‘Memang sudah lama saya mencari dia (RK — red). Nah kebetulan kemarin ketemu di tempat acara itu karena kami memang ada permasalahan pribadi,” ungkap BH.
BH pun membantah jika kejadian atau insiden di Sampur, Kebintik itu dianggap perbuatan menghadang wartawan/jurnalis yang hendak meliput peresmian Masjid Ilmal Yaqin.
“Ini sebenarnya permasalahan saya dengan RK saja dan tidak melibatkan rekan-rekan wartawan lain yang hendak meliput di acara itu. Dan saya juga tidak pernah menghadang atau melarang wartawan meliput acara di situ,” bantah honorer Satpol PP ini.
Sebelumnya tim meda ini sempat menghubungi Bupati Bateng Algafri Rahman guna mengkonfirmasi insiden Sampur, Rabu (10/11/2021) siang hingga diduga melibatkan seorang oknum Satpol PP asal Kecamatan Pangkalan Baru yakni BH berikut seorang rekannya (Tn).
Algafri pun berjanji jika pihaknya akan melakukan koordinasi dan akan mengedepankan profesionalisme setiap anggota Satpol PP di wilayah Kabupaten Bateng.
“Kita akan koordinasikan kembali kawan2 satpol pp dlm bertugas,utk mengedepankan proposionaliame,” jawab Bupati Bateng singkat dalam pesan Whats App (WA) yang diterima media ini, Kamis (11/11/2021) siang.(Red)
