Zaizulfikar Anggota DRPD Kabupaten Karimun dapil IV (Tebing,Meral dan Meral Barat) dan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Karimun, dan diketahui dapil Tebing adalah wilayah IUP operasi PT TIMAH Tbk di Karimun Kepri.
Menurutnya,”Direksi PT TIMAH sudah selayaknya orang Kepri yang tau wilayah dan adat Resam, dan Resam adalah prinsip-prinsip adat yang di susun oleh penguasa melayu, budaya tempatan dan sekitarnya,” ujar tokoh masyarakat Kepri yang akrab di sapa bang Boy, Kamis (09/12/2021).
Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Karimun lainnya, yaitu Datuk Azman Zainal Panglima Besar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Laskar Melayu Serumpun Provinsi Kepulauan Riau. Dan Azman Zainal di angkat menjadi Panglima Besar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Laskar Melayu Serumpun Provinsi Kepulauan Riau, lantaran lantang dan kerasnya menyuarakan memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil dan kecintaan terhadap masyarakat karimun.
Terkait dengan aspirasi dari organisasi serikat PKT agar jajaran direksi PT Timah Tbk mayoritas putra terbaik asli daerah, Datuk Panglima Besar Laskar Melayu Kepri sangat setuju dan mendukung atas pernyataan sikap dari Ketum PKT.
“Saya bersedia diajak berdialog dan memberikan pemikiran sebagai bentuk dukungan moral untuk kemajuan Kabupaten Karimun khususnya karyawan Timah yang memang 90 % nya adalah putra-putri asli dari kabupaten Karimun, jika perusahaan tidak pandai membaca dan menyerap aspirasi masyarakat setempat tentu dampak negatif sudah pasti berimbas kelangsungan perusahaan melaksanakan kegiatan di wilayah operasi exploitasi, jadi usulan tersebut kami sangat setuju sekali dan siap mendukung,” ungkap Azman.
Selain itu, tanggapan lainnya datang dari Zulkaryanto tokoh pemuda Tanjung Batu, dan Tanjung Batu merupakan kota kecamatan yang daerahnya di dalam wilayah operasi PT TIMAH Tbk di Kepulauan Riau.
“Saya mendukung sekali, dan memang sudah seharusnya putra asli daerah ditempat untuk menduduki posisi direksi, bukannya tempatan menjadi penonton didaerahnya sendiri rasenye tak nyambung saja orang lain/luar yang lebih memahami kultur masyarakat setempat diberi jabatan direksi sehingga itulah banyak terjadi hal-hal yang menjadi hambatan bagi perusahaan atau hal tak diingini terjadi”ungkap tokoh pemuda Kepri ini yang akrab disapa bang Yayak kepada jejaring media ini.