Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Berikut Pernyataan Anton Charliyan Yang Disebut Sebagai Dewan Pembina GMBI

Berikut Pernyataan Anton Charliyan Yang Disebut Sebagai Dewan Pembina GMBI
Foto: Sejak 2018 Anton Charliyan Sudah Bukan Sebagai Ketua Dewan Pembina GMBI Jawa Barat, Journalarta.com - Aksi massa ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia…

” Apabila akan di proses hukum silahkan jangan ragu-ragu karena setiap perbuatan itu harus dipertanggungjawabkan. Saya tidak akan membela siapapun yang salah, sekalipun di komunitas yang sekarang masih aktiv saya bina termasuk anggota GMBI baik itu yang menghina lambang Institusi atau yang melakukan pengrusakan apalagi yang menggunakan narkoba sesuai hasil test urine pasca aksi, karena pengunaan obat dan narkoba sebetulnya merupakan pantangan keras yang masih tercatat di AD/ART GMBI,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Anton Charliyan, dijamannya jangankan pakai narkoba, hanya ketahuan minum-minuman keras saja bisa langsung di cabut keanggotaanya.

” Saya hadir di GMBI saat itu kan agar GMBI bisa menjadi wadah kader para pemuda pemudi yang cinta tanah air, bersih dari miras dan narkoba serta mampu memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil yang teraniaya baik secara moril maupun materil,” tuturnya.

Anton Charliyan sangat menyayangkan sekali tindakan-tindakan oknum GMBI ini, karena tidak selaras dengan slogan GMBI “NKRI HARGA MATI, MERAH PUTIH DI DADAKU”. Dengan adanya kejadian kemarin yang merusak aset negara dan bahkan melawan polisi sebagai alat negara sama saja dengan melawan negara. Padahal salah satu misi GMBI justru jaga NKRI.

Anton dari dulu turut mendidik disetiap pelatihan agar para anggota punya rasa soliditas yang tinggi, kompak, militan, pantang menyerah, berani dan tidak mengenal rasa takut. Tapi bukan untuk merusak dan melawan aparat sehingga dengan adanya kejadian di Polda Jabar terebut sangat tidak sesuai dengan slogan yang selama ini sering diteriakan para anggota GMBI.

Anton Charliyan kembali lagi menegaskan untuk pihak Polda Jabar tidak perlu ragu untuk bertindak terhadap siapapun para oknum anggota ormas manapun yang bersalah. Apalagi dirinya sejak tahun 2018, sudah tidak lagi menjadi Dewan Pembina GMBI.

” Sekali lagi saya tegaskan, sejak tahun 2018 yang lalu, saya bukan lagi sebagai Dewan Pembina GMBI. Silahkan di konfirmasi ke DPP GMBI. Bukan saya mau menghindar dari tanggung jawab, tidak ada kamusnya saya untuk bersikap demikian. Dulu ketika GMBI ada bentrok dengan FPI, saya disudutkan sebagai pembina. Saya akui memang saat itu saya sebagai pembina, tidak pernah saya ngeles atau menutup-nutupinya apapun juga resikonya,” tegasnya.

” Kalau saya bilang iya sebagai pembina, pasti saya akan mengiyakannya. Kalau tidak, akan saya katakan tidak. Namun apapun juga ceritanya, secara pribadi walaupun saya sudah berada diluar garis dan sudah bukan sebagai anggota dan pembina lagi, tapi pernah turut serta membentuk mewarnai kader-kader militan GMBI dan kemudian sekarang terjadi penyimpangan yang cukup memprihatinkan. Secara moril sebagai pribadi dan sebagai mantan pembina tidak ada salahnya saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak khususnya kepada Institusi Polri Polda Jabar dimana dulu tempat saya mengabdi. Jadikan peristiwa ini sebagai bahan intropeksi diri khususnya bagi GMBI dan pelajaran utk ormas-ormas lainya agar tidak terulang kembali,” pungkasnya.(Red)

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda