Senin, 25 Mei 2026 WIB
BREAKING
DAERAH
BerandaDAERAHKetua GAMKI Tana Toraja Sampaikan Catatan…

Ketua GAMKI Tana Toraja Sampaikan Catatan Kritis Untuk Rapimdam Dan Musda KNPI

Ketua GAMKI Tana Toraja Sampaikan Catatan Kritis untuk Rapimdam dan Musda KNPI Tana Toraja

 

 

Sulawesi Selatan, Journalarta.com -Terjadinya gejolak dalam pemilihan antara dua kubuh pada saat pemilihan ketua KNPI tana toraja yakni Restu Tangaka dan Daming Sampe Suso terjadinya dualisme pro-kontra.

Hal ini di sampaikan oleh Daniel Ta’dung, S.Pd selaku Pimpinan GAMKI Tana Toraja surat terbuka untuk masyarakat tana toraja, cacatan kritis mengenai pelaksanaan Rapimda dan Musda KNPI Kabupaten tana toraja yang berlangsung 1 s/d 2 juni 2022 sebagai bentuk tanggung jawab moralitas dan tanggung jawab organisasi.

“Sejak dimulainya Rapimda bahwa OKP Kabupaten Tana Toraja sangat bersuka cita bahwa momentum Rapimda dan Musda dibuka langsung oleh bapak bupati didampingi forkopimda terkait, Dalam sambutan bapak Bupati berpesan agar jangan sampai terjadi dualisme kepemimpinan”. Ungkap Daniel.

Dimana pemilihan ini berlangsung dua hari yang terkesan telah menyalai aturan yang telah di sampaikan dan di sepakati bersama pada saat di mulainya musda.

“Yang menjadi polemik adalah kehadiran DPK yang dipandang OKP tidak mendasar karena sejatinya KNPI Tana Toraja tidak lagi memiliki DPK sepeninggal kepengurusan lama. Kalau pun harus ada DPK maka PLT tentunya membangun konsolidasi dengan OKP untuk membentuk DPK secara bersama-sama dan Bahwa polemik mengenai keabsahan DPK berlangsung hingga beberapa kali skorsing sidang”.Tandasnya.

Dalam pembahasan kepesertaan DPD 1 terkesan sangat memihak kepada keputusan inkonstitusional yg diambil oleh plt mengenai DPK hingga tak menggubris masukan dari OKP.

“Mereka keluar masuk ruang sidang dengan seenaknya bahkan meninggalkan peserta sidang hingga terlantar selama satu hari penuh, Padahal sidang cuma diskorsing sampai tanggal 2 pagi. Mereka sejatinya telah mempermainkan OKP Tana Toraja hanya karena menghindari voting terbuka mau pun voting tertutup.”bebernya.

Hingga skorsing sidang kembali dibuka oleh stering komite pada tanggal 2 pukul 22 malam, dengan tidak dihadiri oleh DPD satu dan PLT karena tidak diketahui ke mana rimbanya.

“Kalau ditelfon mereka selalu menjawab (Dalam Perjalanan Menuju Ruang Sidang) ,singkat cerita peserta sidang sepakat untuk melanjutkan musda setelah sepakat menolak DPK, lalu musda dilanjutkan”.kata Daniel.

Pada pembahasan pencalonan hanya terdapat satu nama yang diusung yaitu Restu Tangaka dan kubu lawan tak kunjung melakukan usungan pencalonan.

Sehingga secara otomatis di sepakati secara AKLAMASI ,Semua OKP yang hadir tanda tangan berita Acara dan di sampaikan pada musda ditutup.

“DPD 1 dan PLT tak kunjung muncul padahal berjanji mau datang. Lucu kan? Peserta sebagai pemilik suara sah menunggu penyelenggara sampai tak kunjung datang. Gimana ya rasanya diundang ke musda tapi ditinggal oleh yg mengundang. Ini sekaligus menginjak-injak martabat OKP”. Tegasnya.

Fakta mengejutkan bahwa mereka DPD 1 melaksanakan musda di luar dari agenda yakni tanggal 3 Juni yang dihadiri oleh 3 OKP yg tidak jelas kepengurusannya dan basis kadernya.

Bahwa DPD 1 kembali membuka musda yang telah dibuka oleh bupati pada tanggal 1 Juni ini sekaligus mereka berani melecehkan marwa Bupati Tana Toraja hanya karena kepentingan individual mereka, Lucu kan. Mereka pun tak melibatkan OKP yang tadinya mereka undang dan mereka terima mandatnya. Mereka memanggil OKP yang searah saja dan secara diam-diam, lanjut daniel.

“Hal ini benarkan bahwa Daming sampe sulo, telah menyalai aturan dengan DPD 1 menetapkan Daming Sampe Suso dengan cara deklarasi, karena mau voting terbuka mau pun voting tertutup mereka akan kalah jika menghadirkan lagi OKP. Mereka tak lagi memanggil OKP yang mereka anggap berseberangan. Berbeda dengan kubuh Restu Tangaka yang terus menunggu DPD 1 dan PLT yg walaupun yang ditunggu adalah pengecut.” ungkapnya.

Sehingga kedua kubu sama-sama tak berjalan normatif, tetapi setidaknya kubuh Restu Tangaka masih memiliki etika dengan cara tetap menunggu di ruang sidang walau pun yang ditunggu tak kunjung datang, Bang Toyib dari Makassar.

“Kubuh Restu Tangaka di dukung oleh mayoritas 22 OKP dengan struktur dan basis kader yang jelas. Dalam Artinya dengan melihat gambar saja sudah menjadi representasi demokrasi yang kita anut. Kecil kemungkinan KNPI akan maju jika memilih saudara daming yang notabene hanya didukung 3 OKP, itupun dilakukan dengan cara licik.” Tambahnya

Jika kita ingin mempertahankan sistem lama di tubuh KNPI maka terimalah kubuh Damingdan, Jika kita ingin melihat KNPI yg Dinamis maka terimalah kubuh Restu Tangaka.

Sebagai tanggung jawab moral saya kepada pemuda Toraja, dan tanggung jawab organisasi saya ke DPC Gamki. Sanksi sosial sama-sama menunggu setiap kita pengambil kebijakan dan organisatoris, Salam Toraja Mala’bi’, Produktif, dan Tangguh,” tutup Daniel Ta’dung, S.Pd.

(Red.Bara)

Leave a Comment