Satpol PP Kota Pangkalpinang Dan APH Setempat Terkesan Membiarkan
Pangkalpinang, Journalarta.com – Kendati belumlah lama ini tim Naga Polres Pangkalpinang menangkap pelaku tambang ilegal yang kerap meresahkan masyarakat di lokasi Kolong Akit, kelurahan Semabung kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang Rabu, 11/5/2022, Penindakan yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian Polres Pangkalpinang rupanya belum membuat jera para pelaku tambang yang lainnya, padahal mereka mengetahui Kota Pangkalpinang merupakan daerah “Zero Tambang”.
Buktinya, saat ini masih banyaknya tambang ilegal yang berada di kota Pangkalpinang bahkan terkesan menantang atau merasa tidak takut lagi dengan aparat penegak hukum (APH) atau pihak kepolisian, ya barang disinyalir ada oknum aparat yang ikut serta dibalik penambangan tersebut.
Terpantau oleh jejaring media ini, salah satu lokasi tambang yang ada di kota Pangkalpinang yang belum tersentuh aparat di kawasan Air Mawar, dan diketahui sebagian besar lahan tersebut milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang merupakan fasilitas kantor Balai Benih Ikan milik dinas Perikanan Kota Pangkalpinang, meskipun sebagian lainnya ada lahan milik warga setempat.
Diketahui aktifitas penambangan ilegal ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun, dan saat ini ada belasan ponton Ti apung yang masih beraktifitas belum ada penindakan tegas oleh Aparat Kepolisian dan Satpol PP. Kota Pangkalpinang, bahkan aktifitas penambangan hampir merusak fasilitas Balai Benih Ikan milik dinas Perikanan Kota Pangkalpinang.
Pantauan jejaring media ini di lokasi Minggu, 5/6/2022 terlihat lebih dari delapan ponton apung rajuk jenis tower/gearbox sedang bekerja menyedot pasir timah tanpa ada rasa takut dan khawatir akan ditertibkan oleh aparat.
Mirisnya dari berbagai sumber dan informasi yang berhasil dihimpun dilapangann bahwa penambangan ilegal tersebut sudah sering kali ditertibkan namun seperti disinyalir ada oknum APH dan cukong timah yang melindungi para penambang tersebut, sehingga aparat Kepolisian maupun Pol.PP kota Pangkalpinang sepertinya tak berdaya untuk memberikan tindakan tegas kepada mereka.
“Mereka sudah berkoordinasi ke instansi terkait agar kegiatan penambangan mereka ini tetap aman , dan dari pembeli timahnya juga sudah koordinasi ke Aparat dan unsur terkait lainnya hingga tidak ada yang berani menertibkan tambang dilokasi ini’,ungkap AA.
