“Kita tidak boleh memvoniskan Ridwan Djamaluddin sebagai Pj Gubernur Kep Babel tidak pro rakyat, beliau itu seorang Dirjen Mineral yang tentunya membawa kepentingan negara dan kesejahteraan rakyat, harus dilihat dari niat baiknya. Saat ini hanya beliau yang berani dan tegas memperbaiki atau menertibkan, memutuskan mata rantai Mafia Timah di Babel,”tegas Agus Adaw, Rabu,(08/03/2023) lalu.
Ketika disinggung salah satu pembentukan Satgas Timah Ilegal tidak berhasil mengajak para kolektor timah atau bos timah ber sumbangsih untuk membantu negara dalam meningkatkan produksi pasir timah ke PT Timah Tbk, justru menurutnya Ridwan telah mengajak para pengusaha dan pelaku tambang menuju kebaikan dalam membangun kebersamaan berkontribusi kepada negara dengan cara yang baik dan benar.
“Meskipun terkesan terburu-buru membentuk satgas timah ilegal, namun beliau mempunyai niat baik mengajak para bos timah berkerja dengan baik dan mematuhi aturan hukum, sehingga tidak mengorbankan masyarakat awam/tambang sebagai yang ditumbalkan, itu artinya Ridwan Djamaluddin sudah melakukan pembinaan kepada masyarakat Babel, agar tidak terjerat dengan perbuatan melawan hukum,”ungkap Agus.
Tokoh masyarakat Babel ini, meminta kepada Mendagri dan Presiden RI Jokowi tidak memilih pemimpin yang tidak bernyali dan cerdas dalam menjaga sumber daya alam untuk kepentingan bangsa dan negara.
“Jangan pilih pemimpin SDM yang bodoh arti Selamat Diri Masing-masing, yang tidak berani mengambil resiko, dan Ridwan Djamaluddin tidak sendirian dalam memperbaiki dan membenahi tata kelola pemerintahan yang berkualitas baik, selain masalah pertambangan timah di Bangka Belitung, saya secara pribadi bersimpati dan mendukung kebijakan beliau,”kata salah satu tokoh Pejuang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ditambahkannya, dalam waktu dekat Agus Adaw akan mengadakan Forum Grup Diskusi (FGD) terkait dengan tema memberantas praktek Mafia Timah di negeri Serumpun Sebalai.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ade Kelana (60) salah satu tokoh masyarakat dari pulau Belitung, bahwa saat ini masyarakat Babel masih membutuhkan sosok Ridwan Djamaluddin untuk membenahi dan menata kelola pertimahan dengan baik dan benar berdasarkan ketentuan hukum dan membantu mempercepat izin usaha pertambangan rakyat (IUPR) untuk masyarakat sehingga tambang rakyat tidak lagi dimanfaatkan oleh bos/cukong timah seolah-olah bisa memback up.
“Saat ini figur Pj Gubernur seperti Ridwan masih dibutuhkan, agar tidak ada lagi penambang ilegal yang dibekingi oknum bos timah seolah-olah berpihak dan bisa melindungi masyarakat, namun kenyataannya masyarakat kecil yang ditumbalkan, justru cukongnya yang lolos dari jeratan hukum, maka kita berharap Pj Gubernur segera perjuangkan IUPR untuk masyarakat Babel.” Kata aktifis LSM asal Belitung Timur. (KBO Babel)