Bangka, Journalarta.com – Aktivitas bisnis pembuatan minuman alkohol jenis arak putih ini sudah beroperasi 8 (delapan) tahun di Daerah Pemali Kab. Bangka. Kegiatan tersebut seolah belum pernah tersentuh oleh aparatur penegak hukum (APH) wilayah setempat.
Berdasarkan pantauan tim media di lokasi pada Sabtu (17/6/23) siang, terdapat 2 (dua) dandang ukuran besar dan puluhan ember berisi bahan fragmentasi sebagai bahan dasar, serta dua jerigen berisi arak hasil dari penyulingan yang sudah disediakan oleh pelaku usaha.
Hasil data yang terhimpun, diketahui produsen arak putih tersebut bernama Ajan warga Sigambir Kec. Pemali Kab. Bangka. Ia melakoni usaha tersebut sudah delapan tahun dengan dalih hanya untuk keperluan ibadah orang china yang tinggal sekitar wilayah tersebut.
Menurut pengakuan Ajan, hanya dua jerigen setiap kali produksi dan dijual dirumah saja. Bahkan, ada juga orang melayu (selain etnis china_red) membeli untuk dikonsumsi sebagai obat.
“Lihatlah pak!, kami membuat jika ada yang pesan untuk ibadah dan obat. Itupun hanya produksi 2 jerigen saja, menunggu jerigen penuh saja butuh waktu lama, dari pagi sampai sore,” terangnya saat diwawancara tim media.
Lebih lanjut, Ajan menuturkan ada 8 pembuat minuman alkohol jenis arak di wilayah Kec. Pemali. Namun, ia enggan menyebutkan nama pelaku-pelaku usaha pembuat arak tersebut.
“Dari sini, sampai Air Duren sana, ada delapan orang yang bikin arak seperti saya ini. Yang paling lama dan besar sekitar sini adalah AF, mungkin ia sudah puluhan tahun,” ucapnya.
Mirisnya, ia menyebutkan bahwa ada beberapa oknum wartawan dan APH datang ke lokasinya, Ajan pun memberikan sejumlah uang kepada mereka dengan istilah duit bensin.
“Banyak kawan-kawan yang ngakunya dari media datang ke sini, ada juga dari kepolisian, berhubung kitakan sudah menjadi kawan, jadi saya kasih uang untuk isi bensin kendaraan mereka saja,” pungkasnya.
Tak selang berapa lama, ketika tim media selesai wawancara dan beranjak pulang dari lokasi, Ajan berupaya memberikan uang dengan besaran Rp.100 ribu rupiah kepada tim dan dengan tegasnya, tim menolak atas pemberian Ajan tersebut.
