Ia juga sangat mendukung keberadaan pabrik wood chip ini karena melihat manfaat yang besar bagi masyarakat.

“Setelah kami turun untuk melihat pabrik wood chip ini, ini adalah hal baru bagi kami karena sebelumnya tidak terpikirkan kalau kayu-kayu bekas seperti ini bisa dimanfaatkan. Ini luar biasa, artinya potensi yang ada di Kabupaten Bangka Barat ini banyak bukan hanya eks tambang yang bisa dilakukan, tetapi kebun-kebun, kayu-kayu yang ada dihutan yang tidak bermanfaat atau kayu-kayu karet yang sudah tua biasanya langsung dibakar tetapi disini bisa diambil dan bisa ditampung atau dijual di pabrik Wood Chip ini sebagai komoditi untuk diolah menjadi bahan yang bermanfaat,” tandasnya.
Diketahui, Pabrik Wood Chip Co-firing PT. Mentari Biru Energi di desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka akan beroperasi November 2023 mendatang. Produksi awal Wood Chip adalah produk Biomassa untuk keperluan co-firing PLTU.
Pabrik Wood Chip ini juga nantinya akan dilengkapi laboratorium, jembatan timbang, dan workshop yang akan menjadi tolak ukur bagi PLN khususnya PLTU dalam mensuplai wood chip.(*)
