Ia juga sangat mendukung keberadaan pabrik wood chip ini karena melihat manfaat yang besar bagi masyarakat.
“Ini luar biasa, artinya potensi yang ada di Kabupaten Bangka Barat ini banyak bukan hanya eks tambang yang bisa dilakukan, tetapi kebun-kebun, kayu-kayu yang ada dihutan yang tidak bermanfaat atau kayu-kayu karet yang sudah tua biasanya langsung dibakar tetapi disini bisa diambil dan bisa ditampung atau dijual di pabrik Wood Chip ini sebagai komoditi untuk diolah menjadi bahan yang bermanfaat,” jelasnya.

Diketahui, Pabrik wood chip yang dibangun PT Mentari Biru Energi dan dikelola oleh Koperasi Energi Terbarukan (Kopetindo) di Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka ini merupakan terbesar untuk co-firing pembangkit listrik PLN di pulau Bangka.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk, Bobby Gafur Umar mengatakan pabrik wood chip dan wood pellet di Bangka investasinya akan mencapai Rp 200 miliar dalam dua tahun ini.
Pembangunan pabrik tersebut sejalan dengan peningkatan kebutuhan Biomassa untuk kebutuhan program co-firing PLTU batu bara di Air Anyir dengan target campuran sebesar 15%.
Besaran campuran ini merupakan yang tertinggi di Indonesia dengan harapan dapat menurunkan emisi karbon di PLTU Bangka dan dapat memperbaiki kualitas udara kedepannya.(*)
