Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Pertamina Suplai BBM Satu Harga di Natuna

Pertamina Suplai BBM Satu Harga di Natuna
Pertamina Suplai BBM Satu Harga di Natuna.(Foto: Dok. Pertamina)

Kepulauan Riau, Journalarta.com – PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi nasional terus berupaya mendorong peningkatan ekonomi hingga ke daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) dengan menyalurkan BBM Satu Harga. Kali ini komitmen tersebut direalisasikan dengan meresmikan secara serentak 29 penyalur BBM Satu Harga.

Peresmian tersebut dilakukan secara serentak di 4 lokasi yaitu Natuna, Bengkulu, Sumba dan Papua. Pada seremoni wilayah Natuna yang dilaksanakan di SPBU 16.16.297.033 Desa Kelarik, Bunguran Utara, Natuna pada Kamis 24 Agustus 2023 dihadiri oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati, Bupati Natuna Wan Siswandi dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan.

Program BBM Satu Harga bertujuan untuk mewujudkan ketersediaan, kemudahan akses dan keterjangkauan harga BBM, terutama di daerah 3T di wilayah Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik masyarakat.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan menyatakan bahwa hingga Agustus 2023 Pertamina telah berhasil membangun 461 lembaga penyalur BBM Satu Harga di seluruh Wilayah Indonesia, yaitu dengan rincian Sumatera 70 penyalur, Kalimantan 101 penyalur, Jawa dan Madura 3 penyalur, Bali 2 penyalur, Sulawesi 48 penyalur, Nusa Tenggara 80 penyalur, serta Maluku dan Papua 157 penyalur.

“Amanah penyaluran BBM Satu Harga adalah bentuk kontribusi Pertamina dalam menyediakan energi hingga pelosok negeri, termasuk untuk daerah 3T. Sehingga dengan adanya program BBM satu harga ini, saya berharap dapat memudahkan masyarakat,” ungkap Riva dikutip dalam keterangan persnya, Jum’at (25/8/2023).

Riva menjelaskan bahwa lembaga penyalur BBM Satu Harga ini menyediakan Pertalite dan Biosolar sesuai harga yang diatur oleh Pemerintah.

“Harga BBM subsidi untuk Biosolar senilai Rp 6.800 per liter dan harga Pertalite senilai Rp 10.000 per liter,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPH Migas, Erika Retnowati menyampaikan bahwa salah satu misi pemerintah adalah menyediakan energi yang berkeadilan bagi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, Selain akses yang lebih mudah, harga yang sama bagi masyarakat khususnya yang berada di wilayah 3T menjadi salah satu tujuan dari program BBM Satu Harga.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda