Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar menyampaikan Indonesia sebagai negara berpopulasi muslim terbesar di dunia berkomitmen untuk menjadi pusat modest fashion dunia.
Ia mengatakan, sinergi bersama BI, Kemenkop UKM, IFC serta seluruh penggiat mode Indonesia akan mengangkat kehadiran IN2MOTIONFEST semakin berkibar di panggung mode dunia.
”Selain keunggulan wastra Indonesia yang kaya inspirasi, kontribusi generasi muda dalam pengembangan industri fesyen dan ekonomi kreatif berdampak besar dalam menumbuhkan kreatifitas, inovasi, dan keberlanjutan modest fashion Indonesia,” jelasnya.
”Salah satu aspek utama lainnya dari IN2MOTIONFEST adalah inklusivitasnya, di mana acara ini menjadi pemersatu bahwa fashion adalah bahasa universal yang dapat menjembatani dan mendorong pengembangan kerjasama ekonomi dan keuangan global yang lebih luas,” tambah Oemar.
Potensi pasar modest fashion tidak hanya diakui oleh negara-negara mayoritas muslim tetapi juga oleh berbagai negara lainnya seperti Tiongkok, Singapura, Jepang, dan juga di Eropa. Permintaan produk halal yang menjanjikan di kalangan komunitas muslim di sektor fesyen telah menjadi katalis besar bagi munculnya tren modest fashion di seluruh dunia.
IN2MOTIONFEST di Paris menghadirkan koleksi Spring-Summer 2024 dari 8 desainer Indonesia yaitu Syukriah Rusydi, Sanet Sabintang, Wening Angga, Thiffa Qaisty, Khanaan, Kami dan Anggia Handmade, serta kreasi dari desainer berpengalaman Itang Yunasz.
Keseluruhan karya mengangkat keanekaragaman tekstil Indonesia, seperti batik, songket, tenun ikat, dan kain tenun tradisional, termasuk mengangkat penggunaan bahan secara optimal (upcycling) dan kombinasi kain tekstil motif wastra Indonesia.
Seluruh rangkaian kegiatan IN2MOTIONFEST tahun 2023 difokuskan untuk mendorong peningkatan investasi dan perdagangan sektor modest fashion yang mendukung pemulihan ekonomi melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Sejak awal tahun 2023 IN2MOTIONFEST telah terselenggara di beberapa kota besar dunia yaitu Dubai, Daegu, Pretoria, dan Paris guna memperkuat eksistensi modest fashion Indonesia di kancah global.(*)
