Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Terkait Pemberitaan Aktivitas Tambang di Laut Tembelok, Ini Kata Ketua LSM AMAK Babel

Kecelakaan Tambang Timah
Ketua LSM AMAK Babel, Hadi Susilo. ( Foto: Ist)

Muntok, Journalarta.com – Maraknya aktivitas penambangan pasir timah ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bukan hal baru bagi media online yang kerap memberitakan soal aktivitas tersebut.

Pro dan kontra itu biasa, dan hal tersebut merupakan sebuah fakta yang terjadi di Provinsi Babel. Terkadang hanya satu sisi yang diambil dan dipaksa untuk dipublikasikan tanpa melihat bagaimana proses pro dan kontra itu terjadi.

Viral di media sosial dan media online di provinsi Babel meskipun dengan viewers atau pembaca artikel yang sangat sedikit, namun media online yang menuliskan kegiatan aktivitas penambangan ilegal terpenuhi hasrat ambisinya untuk menunjukkan sebuah kekuatan dan kehebatan dari berita yang mereka buat.

Kepuasan hasrat ambisinya dalam menuliskan sebuah kalimat yang dirancang tanpa melihat dan mengamati secara langsung kejadian fakta di lapangan dan hanya dengan memiliki data yang katanya akurat dari narasumber yang dipercaya ( versi mereka ) tanpa ada pengujian terhadap narasi yang diberitakan.

Dalam pemberitaan website media online yang merupakan grup dari salah satu Organisasi Pers yang ada di Bangka Belitung Sabtu (16/9/2023), gencar memberitakan adanya aktivitas penambangan yang berlokasi di Laut Tembelok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Babel membuat Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) AMAK Babel, Hadi Susilo atau yang kerap di sapa Bang Hadi Amak angkat suara.

Hadi Amak melalui pesan aplikasi whatsapp-nya kepada redaksi mengungkapkan keprihatinannya terhadap tensi berita yang sengaja dibuat demi sebuah kepentingan.

Menurutnya, Lokasi laut Tembelok bukan lokasi Ilegal ataupun lokasi Bakau. Kepentingan masyarakat setempat lebih penting dari tujuan pemberitaan yang dibuat oleh Grup Media yang menurutnya Track Recordnya sudah bisa ditebak, dan berujung pengkondisian .

Beda dengan Laut Beriga, masyarakat nelayan disana menolak keras adanya rencana aktivitas penambangan yang akan dilakukan oleh pemilik IUP dan perusahaan yang menjadi Mitra pemilik IUP tersebut.

Pasalnya, masyarakat nelayan Batu Beriga tidak merasakan secara langsung manfaat jika penambangan laut di wilayah mereka dilakukan.

Di laut tembolok malah masyarakatnya sendiri terjun langsung dan dilibatkan secara maksimal dalam kegiatan penambangan yang mereka lakukan.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda