Selain itu Ryan pun sempat pula menyoroti dugaan tipikor Mega proyek pembangunan Kawasan Industri Sadai (KIS) dengan anggaran mencapai ratusan miliar namun diduga sarat terjadi Kolusi, Korupsi & Nepotisme (KKN), bahkan mega proyek ini pun diduga mangkrak. .
Namun Ryan sendiri menyangsikan kinerja aparat kejaksaan khususnya Kejati Babel lantaran sejak dimulai kegiatan pembangunan KIS di wilayah Kabupaten Bangka Selatan itu justru dikawal oleh pihak Kejati Babel selaku Tim Pengawasan Pembangunan Proyek Strategis (TPPPS).
“Informasi yang diperoleh oleh tim media kami di lapangan banyak temuan seputar Mega proyek KIS Basel itu. Anehnya proyek ini sejak awal pembangunan dikawal tim Kejati Babel, Kok jadi seperti ini ceritanya,” kata Ryan juga mantan aktifis pegiat anti korupsi di Babel dikenal asal LSM KAMPAK Babel.
Wakil Ketua PJID Babel, Ibrahim : ‘Sikap Arogan Akan Timbulkan Citra Buruk Institusi Itu’
Sikap arogan dan terkesan tak profesional dalam menjalankan tupoksinya sebagai corong utama di institusi Kejati Babel dilakukan oleh Fadil Regan yang menjabat sebagai Asintel justru kini menuai kecaman keras dari aktivis pegiat pers di Babel, Ibrahim.
“Semestinya dia (Fadil Regan) faham dalam berkomunikasi sehingga tindak menimbulkan selisih faham. Nah ini akhirnya berdampak memberikan citra buruk terhadap kinerja aparat penegak hukum di institusi penegak hukum itu sendiri,” sebut Ibrahim kepada tim KBO Babel, Jumat (8/3/2024) sore.
Pegiat pers yang akrab disapa dengan sebutan bang Baim ini pun lagi-lagi mengecam keras sikap Asintel Kejati Babel dalam etika berkomunikasi dengan para pegiat pers atau wartawan. Padahal sepengetahuannya, Ryan dikenal sosok wartawan senior, bahkan belasan tahun konsisten dalam melakukan peliputan di lingkungan institusi Kejati Babel termasuk Kejari di daerah lainnya.
“Saya yakin dia faham betul dalam menjalani profesinya. Sudah lebih dari enam kali pergantian pimpinan Kejati Babel Ryan saya lihat masih konsen liputan di institusi Kejati Babel. Nah baru kali ini ada kejadian seperti ini. Kebetulan saya sendiri sempat menyaksikan kejadian tersebut,” ungkap Baim kini menjabat selaku wakil ketua Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJI-D) Babel.
Kendati begitu, Baim sendiri sangat menyayangkan kejadian spontanitas itu terjadi di gedung Kejati Babel sehingga membuat suasana saat itu kurang nyaman lantaran sempat disaksikan sejumlah pegiat pers asal berbagai media.
Oleh karenanya, ia sendiri mengaku prihatin atas kejadian tersebut lantaran dampak kejadian Itu menurutnya akan memberikan dampak negatif.
“Sikap arogan akan timbulkan citra buruk institusi itu,” cetus Baim. (KBO Babel/tim)
