Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Penyelundupan Ratusan Ton Pasir Timah Mengguncang Bangka Barat

Penyelundupan Ratusan Ton Pasir Timah Mengguncang Bangka Barat
Foto: BANGKA BARAT, JOURNALARTA.COM - Kabar tentang penyelundupan ratusan ton pasir timah menjadi sorotan utama di wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung

BANGKA BARAT, JOURNALARTA.COM – Kabar tentang penyelundupan ratusan ton pasir timah menjadi sorotan utama di wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Nama AT, seorang kolektor timah yang terkenal menjadi pusat perhatian dalam kasus ini. Dalam skenario penyelundupan ini, AT telah lama bermitra dengan smelter di Sungailiat kabupaten Bangka. Dengan kapasitasnya sebagai kolektor timah terkemuka, dirinya ditunjuk untuk mengumpulkan 200 ton timah yang akan diselundupkan, menjadi bagian penting dari jaringan penyelundupan ini, Kamis (14/3/2024).

Menurut informasi yang kami peroleh dari sumber terpercaya, AT tidak hanya bertanggung jawab atas pengiriman timah ilegal, tetapi juga memimpin koordinasi pasokan timah untuk diselundupkan bersama kolektor lainnya seperti LK, RK, dan KI. Penyelundupan ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh kelompok ini, dan kabarnya, rencananya akan ada aksi penyelundupan lanjutan.

Keterlibatan smelter di Sungailiat Bangka dalam aksi penyelundupan ini mencuat sebagai perhatian utama. Diduga, stok timah yang melimpah namun sulit dijual ke smelter swasta di Bangka menjadi alasan utama di balik aksi penyelundupan ini.

Namun, penegakan hukum terhadap kasus ini masih menemui kendala. Meskipun ada informasi yang cukup kuat terkait pelaku penyelundupan, namun polisi menegaskan perlunya alat bukti yang cukup sebelum dapat menindak tegas.

Koordinasi yang kuat dan sinergi antara berbagai pihak terkait sangat diperlukan untuk mengungkap jaringan penyelundupan ini hingga ke akar masalahnya. Sementara pihak-pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi.

Polisi Bangka Barat telah berupaya menghentikan aksi penyelundupan ini, namun terkendala oleh cuaca buruk yang membuat kapal penyelundup sulit dikejar.

Patroli laut yang dilakukan oleh pihak berwenang telah berusaha mengejar kapal penyelundup, namun upaya ini terpaksa dihentikan karena ombak yang mencapai ketinggian mencapai 3 meter.

Bahkan dalam proses pengejaran, AKBP Todoan Gultom selaku Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel nyaris mengalami kecelakaan dan perangkat ponselnya rusak.

“Benar bro, sempat kami kejar sampai Pulau Pala tapi kondisi cuaca buruk, ombak hingga 3 meter jadi gak mampu lagi kami kejar,” kata AKBP Todoan Gultom.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda