Gusti menuturkan, adapun beberapa sumber energi terbarukan antara lain yakni berupa tenaga air, panas bumi, biomassa, tenaga surya, tenaga angin, panas laut, ombak, dan pasang surut air laut.
“Nah potensi limbah kelapa sawit pun bisa diolah menjadi biomassa sebagai bahan produksi energi kelistrikan antara lain pelepah pohon kelapa sawit tersebut selain cangkangnya,” jelasnya.
Oleh karenanya, sebagai mitra dari PT Mentari Biru Energi (MBE) pihak Kopetindo bersinergi dengan Yayasan KBO Babel dalam hal pemenuhan pasokan atau suplai bahan baku guna dijadikan energi terbarukan berupa pelepah pohon sawit ke pabrik pengelolaan ampas kayu (Wood Chip) yang terletak di Desa Balun Ijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
“Bahan baku tersebut (Pelepah_red) setelah kita olah menjadi potongan – potongan kecil atau disebut Wood Chip selanjutnya kita kirim ke PLTU Air Anyir guna memenuhi kebutuhan pasokan biomassa untuk kebutuhan energi listrik,” tegasnya.
*Ryan Harapkan Keberadaan Kopetindo Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat*
Menyikapi hal tersebut, Ketua Yayasan KBO Babel, Ryan Augusta Prakasa menyambut positif pernyataan yang disampaikan langsung oleh perwakilan Kopetindo, Gustio Setiawan. Bahkan dirinya sangat mendukung program NZE 2060 terlebih dalam upaya bersama meminimalisir terjadinya perubahan iklim (Climate change) atau pun pemanasan global (Global warming).
“Energi biomassa ini kan bersifat sustainable (dapat diperbaharui_red), sehingga tidak akan habis untuk waktu yang lama dan tetap sustainable (berkesinambungan_red),” ujar Ryan.
Selain itu, biomassa pun diketahuinya tidak mengandung CO2 sama sekali di dalamnya, sehingga tidak mendukung peningkatan emisi gas rumah kaca.
“Hal ini justru membuat biomassa lebih ramah lingkungan, nah kami pun sangat mendukung upaya mewujudkan energi yang ramah lingkungan ini,” tegas Ryan.
Tak cuma itu, wartawan senior ini pun berharap kerja sama antara pihak KBO Babel dengan Kopetindo dapat memberikan efek positif bagi masyarakat di Bangka Belitung (Babel).
Sekedar diketahui, Net Zero Emissions atau nol emisi karbon adalah kondisi dimana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi. Untuk mencapainya diperlukan sebuah transisi dari sistem energi yang digunakan sekarang ke sistem energi bersih guna mencapai kondisi yang seimbang antara aktivitas manusia dengan keseimbangan alam.
