Oleh sebab itu, kata Taufik, Fraksi Gerindra Kabupaten Bangka mengusulkan agar Haris memilih salah satau jabatan yang diembannya saat ini, agar bisa bekerja lebih fokus dan lebih baik lagi.
“Apakah tetap sebagai Kepala Bakuda Provinsi Babel atau sebagai Pj Bupati Bangka, bukan menambah jabatan baru sebagai Komisaris BSB, karena dengan banyaknya rangkap jabatan yang diembannya saat ini akan berdampak buruk terhadap kinerja pemerintahan Kabupaten Bangka. Sekarang saja kinerja dia buruk apalagi dengan merangkap Komisaris BSB,” ujarnya.
Dia mengancam akan mengusulkan mosi tidak percaya dan menyampaikan surat kepada Menteri Dalam Negeri untuk mengevaluasi kinerja Pj Bupati Bangka jika kinerjanya memburuk dan terus merosot.
*Lapor OJK*
Sementara itu, Ketua LSM Topan RI Perwakilan Bangka Belitung, Muhammad Zen akan melaporkan polemik pergantian Komisaris BSB ini ke pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta.
“Ini bentuk keseriusan LSM Topan RI dalam menyikapi persoalan pergantian Komisaris BSB yang menurut temuan kami, ada sesuatu yang tak wajar terjadi,” kata Zen, Jumat (22/3/2024).
Ketika ditanya apa saja materi pelaporan yang akan disampaikan ke OJK, Zen tidak bersedia mengungkapkan.
“Nanti akan terbuka dan terang benderang. Yang jelas, kalau kita sudah mau melapor, artinya kita sudah memiliki bukti yang cukup,” tegas Zen. (Tim/*)
