Minggu, 12 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Dugaan Korupsi Terkuak, Oknum Aparat Diduga Bermain di Balik Tambang Ilegal Kolong Buntu Sungailiat

Dugaan Korupsi Terkuak, Oknum Aparat Diduga Bermain di Balik Tambang Ilegal
Foto: BANGKA, JOURNALARTA.COM – Meski saat ini aktifitas tambang ilegal biji timah terdapat di Kolong Buntu, Lingkungan Nangnung, Kelurahan Sungailiat, Kecamatan…

Gagasan ini pun sempat dibuatlah permohonan atau semacam proposal dan telah disampaikan ke instansi terkait maupun pejabat di daerah, dan akhirnya disetujui termasuk adanya dukungan masyarakat atau warga lingkungan Nangnung termasuk para pemuda.

Ag pun tak membantah saat awal mula kegiatan tambang beroperasi, ia sendiri selalu ketua panitia dan para penambang yang ikut bekerja di lokasi Kolong Buntu memang dikenakan biaya masuk dengan pola pembayaran per ponton (TI Rajuk Tower) sebesar Rp 1 juta dengan cara dicicil dengan maksud meringankan pemilik ponton.

“Namun beberapa hari berjalan ada perubahan kepanitiaan sehingga saya pun tidak lagi menjabat sebagai panitia tambang, namun saya selaku ketua RT tetap memantau,” jelasnya.

Akan tetapi di kepengurusan atau panitia baru (Hd) termasuk seorang mantan ketua RT Nangnung, AA diketahui turut masuk dalam kepanitiaan baru, tak dipungkiri olehnya ada perbedaan jika dibanding masa ia menjadi ketua panitia, perbedaan itu antara lain, biaya pendaftaran ponton dikenakan sebesar Rp 3 juta.

Selain itu menurutnya jumlah ponton yang terdaftar pun meningkat dibanding semasa ia menjadi ketua.

“Semasa saya cuma ada 10 unit ponton. Namun setelah saya malah bertambah menjadi sekitar 30-an unit. Jadi tidak hanya biaya pendaftaran ponton yang beda namun dana untuk koordinasi pun ikut mengalami kenaikan awal 10 persen naik menjadi 15 persen,” ujar Ag merinci detil perihal dana yang dikelola panitia tambang semasa ia menjabat ketua panitia maupun masa kepanitiaan baru.

Namun saat ini ia sendiri mengaku merasa kaget dan kecewa malah beredar isu tak sedap atau miring tentang dirinya diduga ‘menggelapkan’ sejumlah dana dari kegiatan tambang di lokasi Kolong Buntu antara lain yang koordinasi dan fee timah termasuk uang pendaftaran ponton.

“Padahal sejumlah dana itu sama sekali saya tidak megang (pegang — red) namun sejumlah dana itu saya serahkan ke saudara Hd selalu ketua panitia baru dan pengatur dana untuk koordinasi, dan saya pun punya bukti-bukti transfer sejumlah dana itu termasuk rekaman video penyerahan uang itu. Nah sebagain warga saat ini masih bertanya kemana larinya sejumlah uang besar itu?, saya sendiri pun tidak tahu,” bebernya lagi seraya menunjukan kepada tim KBO Babel berupa berkas bukti-bukti pengiriman uang termasuk bukti transferan dan nota-nota pembelian biji timah.

Halaman:123Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda