Untuk penugasan luar negeri, Maryanto pernah bergabung dengan pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
Berdasarkan rekam jejak dan pengalaman yang mumpuni tersebut, akhirnya pada tahun 2015 Maryanto dilantik menjadi hakim militer di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
Tak berhenti sampai itu saja, selang tiga tahun kemudian tepatnya pada tahun 2018, Maryanto pun dipercayakan menjabat Hakim Tinggi Militer di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta sampai dirinya purna tugas.
Di masa pensiunnya, kini Maryanto menjadi Staf Ahli Direktur Poltekpar Palembang pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Selain itu, dia juga aktif sebagai pemateri atau narasumber di lingkungan Ditjenbadilmiltun MARI, lingkungan Peradilan Militer Utama dan Peradilan Militer Tinggi II Jakarta.
Ibarat pepatah mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kesuksesan Maryanto turut pula menurun ke anak-anaknya.
Memiliki tiga anak laki-laki dan satu perempuan, putera sulungnya sukses berwirausaha menjadi pebisnis fashion, cafe, hingga jual beli mobil.
Sementara putera keduanya, mengikuti rekam jejaknya dengan meniti karir sebagai perwira TNI Angkatan Udara berpangkat Letnan Dua.
Dikaruniai satu-satunya anak perempuan, puteri Maryanto pun kini bekerja di BUMN Pertamina Hulu Rokan, Pekan Baru, Riau.
Sedangkan putera bungsunya, saat ini masih menempuh pendidikan di Fakultas Hukum UNTAR, Jakarta.
Maryanto sendiri menyandang gelar akademik sarjana (S1) hingga magister hukum (S2) untuk pendidikan umum.
Adapun di militer, riwayat pendidikan Maryanto tercantum sebagai berikut:
1. Sekolah Perwira Militer Wajib
2. Sekolah Dik Peralihan Perwira
3. Kursus Perwira Pemeriksa Tindak Pidana di Laut
4. Selapa I KUM TNI AD
5. Selapa KUM TNI AD
6. Sekolah Management Strategi TNI AL
7. Diklat Hakim Militer PPC I Terpadu GEL I
8. Diklat Sertifikasi Hakim Tipikor XVII.(*)