Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Mengungkap Sepak Terjang Robert Bonosusatya Dalam Kasus Tata Niaga Timah

Mengungkap Sepak Terjang Robert Bonosusatya Dalam Kasus Tata Niaga Timah
Foto: JAKARTA, JOURNALARTA.COM - Dalam sorotan kasus dugaan korupsi di PT Timah Tbk periode 2015 sampai 2022, satu nama yang terus mencuat adalah Robert Bonosusatya…

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Dalam sorotan kasus dugaan korupsi di PT Timah Tbk periode 2015 sampai 2022, satu nama yang terus mencuat adalah Robert Bonosusatya atau dikenal dengan sebutan RBT atau RBS. Penetapan 16 tersangka oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), termasuk sosok yang dikenal sebagai crazy rich dari Pantai Indah Kapuk (PIK), Helena Lim dan suami dari artis Sandra Dewi, Harvey Moeis telah menambah kompleksitas dan ketegangan dalam kasus ini.

Dalam narasi berikut, kita akan mengupas lebih dalam sepak terjang Robert Bonosusatya serta peranannya dalam kasus korupsi tersebut, Senin (1/4/2024).

Robert Bonosusatya pertama kali mencuat dalam peristiwa kontroversial saat Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan mengikuti uji kelayakan calon Kapolri pada Januari 2015.

Dokumen hasil pemeriksaan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mengungkap transaksi mencurigakan sebesar Rp57 miliar di rekening yang terkait dengan Robert.

Dalam beberapa berkas pada Mei hingga Juni 2010, Robert terlibat sebagai penjamin pinjaman yang disalurkan oleh Pacific Blue International Limited untuk Muhammad Herviano Widyatama, putra dari Budi Gunawan dengan kredit sebesar Rp57 miliar.

Pada pertemuan dengan Budi dan Herviano, Robert didampingi oleh Lo Stefanus pemilik jaringan toko berlian Frank and Co dan PT Mitra Abadi Berkatindo sebuah perusahaan tambang timah.

Mereka membahas rencana kredit untuk bisnis pertambangan timah dan perhotelan yang dipelopori oleh Budi, Herviano, dan Stefanus. Herviano mengakui meminta bantuan Robert untuk mencarikan pinjaman karena keterbatasan modal dalam berbisnis.

Setelah menghilang dari sorotan publik, Robert Bonosusatya kembali muncul ketika mengakui bahwa PT Jasuindo berhasil menang tender di Korps Lalu Lintas Polri.

Dia mengklaim bahwa perusahaannya menggarap proyek buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM).

Namun, dia enggan memberikan detail waktu pelaksanaan proyek, mengarahkan untuk mengonfirmasi kepada Direktur perusahaannya.

Selain itu, Robert Bonosusatya juga memiliki keterkaitan dengan PT Refined Bangka Tin (RBT), perusahaan mitra utama PT Timah Tbk. Perusahaan ini berhenti beroperasi setelah digeledah oleh penyidik Jampidsus Kejagung pada Desember 2023.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda