Percepatan pembangunan Nusantara harus dibantu dengan kebijakan publik yang tepat. Hal ini turut ditanggapi oleh Wandy N. Tuturoong Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) bahwa kebijakan publik yang tepat dapat menyukseskan pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) yang merangkul masyarakat dalam pembangunan IKN merupakan salah satu kebijakan publik yang tepat.
“Participatory government itu tujuannya untuk mendapatkan engagement untuk mendapatkan perspektif yang beragam dan itu yang dilakukan, misalnya bekerja sama dengan masyarakat setempat mendapatkan perspektif lokal seperti yang disampaikan OIKN. Itulah pendekatan modern dalam public policy,” jelas Wandy.
Dalam pembangunan di IKN yang dibutuhkan adalah pendekatan modern dalam kebijakan publik, tidak hanya bicara soal data tetapi juga bicara soal perspektif.
Pada kesempatan ini juga hadir secara daring, Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air, Pungky Widiaryanto untuk membuka mata masyarakat tentang Ibu Kota Nusantara sebagai green, sustainable, forest city bersama beberapa penggiat lingkungan.
“Mengubah tingkah laku itu sulit, jadi hal paling mudah yang bisa dilakukan ya mengubah perspektif dulu. Perspektif apa? perspektif tentang pentingnya sadar jaga lingkungan, cara mengubahnya gimana? ya sadar diri. Sadar diri bahwa kita masyarakat merupakan bagian dari masalah, juga sebagai solusi dari masalah itu sendiri.” terang Ramon Y. Tungka selaku aktor dan penggiat lingkungan.
Ia menambahkan, pembangunan IKN sebagai kota masa depan, artinya kota yang dapat memuliakan lingkungan, sumber daya alam, dan kearifan lokal budaya leluhur.
Diharapkan kedepan agar generasi muda dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan di masa depan, serta menjadi pemuda yang berkualitas dan berintegritas, untuk bersama membangun Nusantara.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Affin Bahtiar Inisiator AbdiMuda sekaligus perwakilan ASN, Haryo Ajie Technical Director DassaCorp, Andi Susanto Asisten Deputi Kepemimpinan Pemuda-Kemenpora, Arizal Analis Kebijakan Utama-KemenPanRB, Gian Luigi Komisi.co, Andhyta Firsely Utami ThinkPolicy, Ratna Dasahasta Tenaga Ahli Utama KSP, Ramon Yusuf Tungka Aktor dan Penggiat Lingkungan, Rully Firmansyah Aktor Gahar Pratomo.(*)
