“Kita berharap, dengan bekal ilmu yang mereka dapatkan dari pelatihan ini, para ustadz dan ustadzah dapat menyalurkannya dengan baik kepada para murid dan santri sesuai dengan kaedah ajaran Islam,” tambahnya.
Salah satu peserta pelatihan, Ustadzah Nurhayati, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.
Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat penting untuk memberikan bekal tambahan kepada para pendidik agama di Bangka. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini.
Materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif, sehingga kami bisa langsung menerapkannya di sekolah atau madrasah tempat kami mengajar,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Kepulauan Bangka Belitung dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.
Rosman Djohan Institut dan BKPRMI berkomitmen untuk terus mendukung program-program peningkatan kompetensi bagi ustadz dan ustadzah sebagai bagian dari kontribusi mereka terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan keagamaan.
Di akhir kegiatan, Erzaldi kembali menekankan harapannya agar para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya.
“Kami berharap ilmu yang didapatkan di sini dapat diaplikasikan secara optimal di tempat masing-masing, sehingga mutu pendidikan keagamaan di Bangka semakin meningkat dan berdampak positif bagi perkembangan karakter generasi muda,” pungkasnya.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para ustadz dan ustadzah di Kabupaten Bangka dapat semakin profesional dan kompeten dalam menjalankan tugasnya, sehingga mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman. (Red/KBO Babel)
