Minggu, 9 Agustus 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Miris!! 3 Anak Yatim Kehilangan Rumah Warisan, Polres Bangka Tengah dan Ombudsman Tidak Bergerak

Miris!! 3 Anak Yatim Kehilangan Rumah Warisan, Polres Bangka Tengah dan
Miris!! 3 Anak Yatim Kehilangan Rumah Warisan, Polres Bangka Tengah dan

PANGKALPINANG, JOURNALARTA.Com – Tiga anak yatim di Desa Terak, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung  menghadapi cobaan berat setelah harta warisan yang ditinggalkan oleh kedua orang tua mereka ludes dijual oleh pamannya sendiri.

Dalam kondisi yang semakin memprihatinkan, mereka kini kehilangan tempat tinggal dan hak atas rumah mereka. Lebih parah lagi, upaya hukum yang telah dilakukan untuk menuntut keadilan hingga kini tidak mendapatkan tanggapan berarti dari pihak berwenang.

Ketiga anak tersebut yaitu Ade Sherly (19), Reynaldi (15), dan Claudia (13), adalah kini terlunta-lunta tanpa tempat tinggal. Mereka menjadi korban manipulasi pamannya yang secara ilegal menjual rumah warisan mereka kepada pihak ketiga, dengan memalsukan tanda tangan pada surat kuasa.

Ade Sherly, salah satu anak yatim yang menjadi korban, bercerita kepada Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel), Sabtu (6/2024) bahwa insiden ini bermula sebelum Hari Raya Idul Fitri ketika pamannya, Dadong datang dari Bandung dengan alasan ingin membantu mengurus surat tanah warisan. Namun, motifnya ternyata jauh dari niat baik.

Manipulasi Surat Kuasa dan Penjualan Rumah

Ade menceritakan bahwa pada pertemuan dengan pamannya, Dadong meminta dirinya dan kedua saudaranya untuk menandatangani surat kuasa pengelolaan tanah. Namun, karena usianya masih muda dan belum memahami sepenuhnya masalah hukum, ia menolak menandatangani surat tersebut.

“Saya tidak pernah tanda tangan, tapi entah bagaimana tanda tangan saya muncul di surat kuasa itu,” kata Ade dengan penuh kesedihan.

Demikian halnya dengan Reynaldi, yang menegaskan bahwa ia sama sekali tidak pernah menandatangani surat kuasa tersebut. Ade dan Reynaldi sangat terkejut ketika pulang kerja ia menemukan pintu rumah mereka sudah diganti kuncinya.

Lebih mengejutkan lagi, seluruh isi rumah sudah raib. Rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi mereka, kini kosong melompong, bahkan mereka tidak tahu ke mana barang-barang milik mereka dibawa.

“Saya sangat kaget. Pintu rumah sudah tidak bisa dibuka, dan saat mengintip dari celah dinding, semua barang di dalam rumah sudah tidak ada,” cerita Ade Sherly dengan mata berkaca-kaca.

Halaman:123Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda