Asap hitam yang sempat membubung tinggi di lereng Gunung Butak, Kabupaten Malang, akhirnya berhasil dijinakkan. Perum Perhutani menyatakan bahwa api yang melalap kawasan hutan lindung tersebut sudah padam sepenuhnya setelah operasi pemadaman intensif yang berlangsung selama dua hari berturut-turut.
Meski begitu, kewaspadaan tinggi tetap diterapkan oleh tim gabungan di lapangan. Ancaman baru justru muncul dari sisa bara api yang terselip di balik vegetasi kering. Angin kencang yang berhembus di ketinggian seringkali meniup percikan api, memicu kemunculan kobaran baru di titik yang berbeda.
Kelik Djatmiko, Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, mengakui dinamika di lapangan cukup menguras tenaga. Sempat dinyatakan padam dua hari lalu, api justru muncul kembali pada Selasa (hari ini). “Dua hari kemarin sudah padam, terus hari ini muncul api lagi. Namun, tim gabungan di lapangan langsung sigap melakukan pemadaman secara manual,” ungkapnya.
Siklus Bara dan Angin
Area Gunung Gentong dan Tlekung menjadi fokus perhatian tim saat ini. Karakteristik medan yang terjal serta tumpukan serasah daun kering membuat api mudah merembet jika tidak segera dilokalisasi. Strategi pemadaman manual menjadi pilihan paling efektif untuk menyisir setiap sudut yang masih mengeluarkan asap tipis, langkah preventif agar tidak terjadi perluasan kebakaran kembali.
Penyebaran api di kawasan ini bukan perkara ringan. Luas area yang terdampak tercatat mencapai 1.530 hektare. Kerusakan tersebut tidak hanya terpusat pada Gunung Butak saja, tetapi merembet hingga ke kawasan Gunung Kawinajang, Gunung Malang, Gunung Gentong, hingga wilayah Batu Tulis.
Skala kerusakan ini menempatkan bencana tersebut dalam kategori insiden besar bagi ekosistem hutan di Kabupaten Malang.
Untuk memastikan tidak ada api yang tersisa di medan yang sulit dijangkau kaki manusia, helikopter water bombing tetap dikerahkan. Operasi pendinginan melalui udara ini krusial. Kelik menekankan bahwa sisa bara yang masih membakar batang pohon tua sering kali tersembunyi. Jika dibiarkan, panas tersebut bisa memicu api merambat kembali ke area yang lebih luas begitu tertiup angin.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.