Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Syawaludin Komisioner KI Pusat: Waktu Pelaksanaan Debat Tidak Ideal Bagi Masyarakat

Syawaludin Komisioner KI Pusat
Foto: BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.Com - Debat publik pertama bagi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung periode 2024-2029 berlangsung lancar, tertib…

Debat publik ini disiarkan secara live, dan publik diharapkan dapat mengikuti jalannya diskusi secara komprehensif. Namun, jika pertanyaan yang diajukan terlalu rumit, hal tersebut justru dapat membingungkan pemirsa dan mengurangi esensi dari debat publik itu sendiri.

Evaluasi Waktu dan Durasi Debat

Selain kritik terhadap pertanyaan, Syawaludin juga menyoroti waktu pelaksanaan debat yang dianggap terlalu malam. Debat yang dimulai pada pukul 21.00 WIB dan berakhir pada 23.00 WIB dinilai mengganggu waktu istirahat masyarakat.

“Ini adalah hak publik untuk menyaksikan debat secara nyaman, namun jika diselenggarakan larut malam, akan sulit bagi masyarakat yang sudah waktunya istirahat untuk tetap fokus menyaksikan acara ini,” kata Syawaludin.

Tidak hanya itu, durasi waktu yang diberikan kepada pasangan calon untuk menjawab pertanyaan dinilai terlalu singkat.

“Bagaimana mungkin pasangan calon bisa mengeksplorasi jawaban mereka hanya dalam 1 hingga 2 menit, sementara masalah yang mereka bahas adalah isu-isu besar?” tambahnya.

Durasi waktu yang lebih panjang diperlukan agar para calon dapat memberikan jawaban yang lebih substansial dan detail, bukan sekadar jawaban singkat yang kurang menyentuh inti permasalahan.

Debat Harus Lebih Diteruskan ke Publik

Debat publik semacam ini bukan hanya untuk kepentingan para calon dan pendukung yang hadir dalam ruangan, tetapi juga untuk masyarakat luas Bangka Belitung yang memiliki hak untuk mendapatkan informasi mengenai visi, misi, dan program strategis calon yang akan mereka pilih.

Oleh karena itu, Syawaludin menekankan pentingnya sosialisasi dan komunikasi yang berkelanjutan terkait hasil debat ini kepada masyarakat.

“Masyarakat harus diberi pemahaman yang mendalam tentang visi misi calon melalui berbagai saluran informasi yang ada, bukan hanya melalui siaran live di hari debat saja,” jelasnya.

Informasi mengenai program dan rencana strategis yang diutarakan dalam debat perlu terus disebarluaskan hingga hari pemungutan suara, agar masyarakat tidak salah dalam memilih pemimpin yang sesuai dengan harapan mereka.

Harapan untuk Debat Selanjutnya

Dengan evaluasi yang ada, diharapkan pelaksanaan debat berikutnya dapat berjalan lebih baik dan substantif. Penyelenggara debat diharapkan dapat menyempurnakan format debat, baik dari segi waktu pelaksanaan, durasi jawaban, hingga penyusunan pertanyaan yang lebih relevan dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Pada akhirnya, esensi dari debat publik ini adalah bagaimana para calon mampu meyakinkan masyarakat bahwa mereka adalah pemimpin yang layak memegang kendali pembangunan Bangka Belitung selama lima tahun ke depan.

Sebagai bagian dari demokrasi, debat semacam ini diharapkan mampu menjadi referensi bagi masyarakat dalam menentukan pilihan yang terbaik. (*/KBO Babel)

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda