“Peristiwa ini tidak melanggar norma sosial, agama, maupun hukum. Saya merasa pemberitaan tersebut sengaja dimanfaatkan untuk tujuan tertentu yang tidak ada kaitannya dengan saya dan perjuangan kami di relawan Kotak Kosong,” tegasnya.
Sebagai relawan Kotak Kosong, SW menegaskan bahwa mereka selalu berkomitmen untuk menjaga Pilkada Kota Pangkalpinang berjalan dengan aman, tertib, dan damai tanpa melibatkan berita yang dapat menyesatkan opini publik.
“Kami dari tim relawan Kotak Kosong tidak pernah berusaha mencari kesalahan atau mencemarkan nama baik pasangan calon manapun. Kami hanya ingin Pilkada yang damai dan bermartabat,” imbuhnya.
Pendapat serupa disampaikan oleh Septiandra, seorang relawan Kotak Kosong yang turut menyayangkan adanya pemberitaan yang menurutnya tidak berimbang dan cenderung menyudutkan SW.
Menurut Andra, sapaan akrabnya, peristiwa tersebut merupakan ranah pribadi yang seharusnya tidak dibesar-besarkan.
“SW sudah menunjukkan surat nikah, dan tidak ada alasan untuk mengaitkan kejadian ini dengan masalah sosial atau agama. Mengapa harus ada pemberitaan yang tendensius yang malah merugikan nama baiknya?” ujarnya.
Dia juga mengkritik Satpol PP Kota Pangkalpinang terkait kebocoran informasi pribadi yang kemudian dimanfaatkan oleh media untuk tujuan tertentu.
“Ini jelas masalah pribadi yang tidak seharusnya diekspos ke publik, apalagi hingga dijadikan alat untuk menyerang pihak tertentu. Saya rasa ini tidak adil untuk SW,” kata Andra
Sementara itu, pihak Satpol PP Kota Pangkalpinang juga diharapkan lebih berhati-hati dalam mengelola informasi yang bisa memengaruhi citra individu dan kelompok di tengah masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, penting untuk menjaga keseimbangan antara penegakan aturan dan hak privasi individu agar tidak timbul persepsi negatif yang bisa merugikan pihak-pihak tertentu, apalagi menjelang Pilkada. (Sumber: Relawan Kotak Kosong, Editor : KBO Babel)
