Kementerian Keuangan membantah keras beredarnya informasi yang menyebutkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kabar tersebut tersebar melalui unggahan di media sosial Facebook dan dinyatakan sebagai informasi palsu atau hoaks.
Unggahan yang viral di platform Facebook tersebut mengklaim bahwa Menteri Keuangan menyebut program MBG sebagai salah satu pemicu defisit APBN. Narasi ini kemudian menyebar luas dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama terkait keberlanjutan program gizi yang menjadi prioritas pemerintah.
Kemenkeu Tegaskan Tidak Ada Pernyataan Demikian
Pihak Kementerian Keuangan secara tegas menyatakan bahwa tidak pernah ada pernyataan resmi dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebutkan program MBG membebani atau menyebabkan defisit APBN. Informasi yang beredar tersebut merupakan konten yang dimanipulasi dan tidak berdasar pada fakta.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Program ini telah dianggarkan dalam APBN dengan perhitungan yang matang dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara.
Imbauan Cek Fakta Sebelum Menyebarkan
Kemenkeu mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang bersumber dari media sosial. Verifikasi melalui sumber resmi pemerintah sangat penting dilakukan sebelum mempercayai atau membagikan informasi tersebut kepada orang lain.
Penyebaran informasi hoaks seperti ini dapat menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap kebijakan pemerintah dan berpotensi mengganggu stabilitas sosial. Masyarakat diminta untuk selalu mengecek kebenaran informasi melalui kanal resmi kementerian atau lembaga pemerintah terkait.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital di era informasi yang berkembang pesat. Kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan salah menjadi keterampilan krusial bagi setiap pengguna media sosial untuk menghindari penyebaran hoaks yang merugikan.
Sumber: Antara Babel (baca selengkapnya)
Sumber: Antara Babel (baca selengkapnya)