JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta investor tidak panik bila menemui gangguan investasi di lapangan. Ia menegaskan pemerintah sudah menyiapkan Satuan Tugas atau Satgas untuk menerima laporan dan membenahi hambatan yang mengganjal proyek, termasuk yang berkaitan dengan perizinan dan koordinasi antarinstansi.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam dialog di program Economic Update CNBC Indonesia pada Rabu, 24 Juni 2026. Pesannya sederhana, tapi tegas. Investor diminta segera melapor bila ada hambatan, bukan menunggu proyek berhenti terlalu lama.
APBN masih kuat menahan gejolak energi
Dalam penjelasannya, Purbaya menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN masih cukup kuat untuk menahan dampak gejolak harga energi. Karena itu, pemerintah masih bisa menjaga subsidi BBM dan LPG tanpa harus langsung mengerek harga BBM subsidi.
Langkah ini penting bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Kalau harga BBM subsidi naik, efeknya cepat terasa ke ongkos distribusi, biaya produksi, sampai harga barang di pasar. Purbaya mengatakan pemerintah berupaya menjaga agar daya beli tidak terganggu dan dampaknya ke ekonomi nasional tetap terbatas.
Isu energi memang sensitif. Saat harga minyak bergerak liar, pemerintah biasanya harus menimbang dua hal sekaligus: beban fiskal dan perlindungan masyarakat. Di titik ini, APBN menjadi penyangga utama.
Purbaya tidak menjelaskan angka detail tambahan soal beban subsidi dalam kesempatan itu, namun ia menekankan arah kebijakan fiskal tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat dari lonjakan biaya hidup.
Rupiah sempat melemah, pemerintah jaga sentimen
Purbaya juga menyinggung pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level terendah Rp 18.200 per dolar AS. Menurut dia, tekanan nilai tukar memang sempat memunculkan sentimen negatif bagi ekonomi Indonesia.
Meski begitu, ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Purbaya menyebut strategi ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diarahkan tepat sasaran dan tidak bocor, sehingga ruang untuk menjaga ketahanan ekonomi tetap terbuka.
Dalam kerangka itu, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia disebut bekerja sama menjaga sentimen terhadap rupiah. Kolaborasi fiskal dan moneter ini penting, sebab gejolak kurs bisa cepat merembet ke biaya impor, inflasi, dan keputusan dunia usaha untuk ekspansi.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.