Kasus penyekapan ini menarik perhatian para tokoh masyarakat salah satunya Dr. Andi Kusuma, SH, MKn, CTL, Ketua Perkumpulan Putra-Putri Tempatan (Perpat) Provinsi Bangka Belitung yang langsung turun tangan menemui korban.
Andi didampingi oleh rekan-rekannya, Budiyono SH, dan warga Desa Maras Senang mendatangi lokasi di mana Nadia dan anaknya disekap untuk memastikan keadaan mereka. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Begitu tiba di lokasi, Andi Kusuma dan Budiyono melihat dengan jelas kondisi ruang tempat penyekapan yang begitu sempit, berbau, dan kotor.
Andi merasa sangat marah dan mengecam tindakan keji tersebut. Saat itu Andi dan Budiyono bersama warga serta Kepala Desa Maras Senang segera bergegas menuju kantor manajemen PT PMM untuk meminta pertanggungjawaban manajer Asa Marpaung.
Di sana, mereka mendapati bahwa Asa berusaha memberikan alasan yang tidak masuk akal mengenai kejadian tersebut.
Asa Marpaung mengaku bahwa dia hanya mengikuti perintah dari pihak pimpinan tertinggi perusahaan, dan dia tampak kebingungan ketika menghadapi tuduhan serius ini.
Namun, pada saat itu Andi Kusuma langsung menuntut agar polisi segera mengamankan manajer tersebut agar tidak terjadi kerusuhan lebih lanjut di kalangan warga desa.
Perdebatan antara Andi dan Asa semakin memanas, namun akhirnya pihak kepolisian Polsek Bakam yang dipimpin oleh Kapolsek Iptu Dahri datang dan mengamankan Asa untuk dibawa ke kantor polisi.
Namun, saat Nadia diperiksa oleh Andi Kusuma dan Budiyono, ia mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan.
Nadia mengaku bahwa Kapolsek Bakam, Iptu Dahri sebenarnya sudah mengetahui peristiwa penyekapan tersebut sejak Jumat, 5 Desember 2024, namun hanya memberikan penanganan yang minim dengan alasan bahwa dia hanya mengetahui kalau Nadia dan anaknya dibawa ke kantor pabrik bukan disekap.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat karena seorang Kapolsek yang seharusnya memberikan perlindungan terhadap korban justru terkesan tidak mengambil tindakan tegas terhadap kasus ini.
Menanggapi kejadian ini Kapolres Bangka, AKBP Toni Sarjaka menjelaskan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai tindakan penyekapan yang menimpa Nadia dan anaknya.
