Hangga mendesak Kejati Babel untuk mengawasi proses hukum secara ketat agar tidak ada celah bagi para pelaku untuk lolos dari jeratan hukum. Menurutnya, tindakan tegas seperti operasi tangkap tangan (OTT) dapat menjadi solusi efektif untuk memberantas jejaring mafia tambang.
Kembalikan Dana Rp271 Triliun untuk Bangka Belitung
Lebih lanjut, Hangga juga menyoroti dana Rp271 triliun yang tersita dari kasus korupsi tambang timah. Ia mendesak agar dana tersebut dikembalikan pengelolaannya kepada Bangka Belitung sebagai daerah yang terdampak langsung oleh aktivitas tambang.
“Pak Kajati, kami juga minta diteruskan ke pusat terkait uang tersita dari kasus Rp271 triliun ini agar dikembalikan pengelolaannya kepada Babel. Sejatinya uang-uang tersebut memang milik Babel,” ujar Hangga.
Menurutnya, pengembalian dana tersebut adalah bentuk keadilan bagi masyarakat Bangka Belitung yang selama ini menjadi korban eksploitasi tambang tanpa pengelolaan yang berkelanjutan.
Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur, meningkatkan pendidikan, dan memperbaiki layanan kesehatan di daerah.
Dukungan Lintas Elemen untuk Penegakan Hukum
Hangga juga menegaskan bahwa masyarakat Bangka Belitung, yang tergabung dalam berbagai elemen lintas profesi dan generasi, sepenuhnya mendukung upaya Kejagung RI dalam membenahi tata kelola tambang di daerah tersebut.
“Lintas elemen masyarakat Bangka Belitung melalui FBBM siap mendukung Kejagung RI untuk memastikan penegakan hukum berjalan maksimal,” katanya.
Melalui audiensi ini, FBBM berharap ada langkah konkret yang diambil untuk memperkuat pengawasan dan menindak tegas pelaku kejahatan tambang, termasuk institusi yang terlibat.
Momentum Perubahan bagi Bangka Belitung
Kasus mafia tambang di Bangka Belitung menjadi ujian besar bagi integritas penegakan hukum di Indonesia.
Dengan dukungan masyarakat serta komitmen dari institusi terkait, Hangga optimistis bahwa perjuangan ini dapat membawa perubahan positif bagi Bangka Belitung.
“Keadilan harus ditegakkan. Ini bukan hanya soal angka, tetapi juga soal masa depan masyarakat Bangka Belitung,” pungkasnya.(*)
Ikuti Berita dan Artikel JOURNALARTA Lainnya di GOOGLE NEWS
