BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.COM – Pangkalpinang kembali diguncang isu skandal yang melibatkan seorang pejabat publik. Pada tahun 2024, pemberitaan mengenai dugaan perselingkuhan yang melibatkan dr. Y, seorang Kepala Bidang di Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang sempat menghebohkan masyarakat.
Meski sudah dinonjobkan dari jabatannya, hingga kini isu tersebut seolah terkubur tanpa penyelesaian yang jelas. Namun, gugatan cerai yang diajukan oleh istri sah dr. Y ke Pengadilan Agama Pangkalpinang kembali memunculkan sorotan terhadap kasus ini.
Berdasarkan informasi yang diterima dari sumber terpercaya KBO Babel, sejumlah bukti baru terkait perselingkuhan tersebut kini beredar di kalangan masyarakat.
Bukti itu meliputi foto dan video yang menguatkan dugaan adanya hubungan terlarang antara dr. Y dan seorang wanita honorer yang bekerja di instansi yang sama.
Dalam foto yang beredar, dr. Y terlihat memberikan kejutan ulang tahun kepada wanita tersebut di sebuah kamar hotel. Foto itu menunjukkan keduanya berpose mesra dengan kue ulang tahun di atas meja.
Tak hanya itu, sebuah video juga memperlihatkan mereka memasuki kamar hotel mewah di luar Bangka Belitung. Bukti-bukti ini semakin memperkuat dugaan perselingkuhan yang sebelumnya dianggap sebagai isu tidak berdasar oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Meskipun bukti sudah tersebar luas, pihak berwenang memilih untuk tidak mengomentari kasus ini lebih jauh. Langkah Pemkot Pangkalpinang yang menganggap berita ini sebagai hoaks menimbulkan tanda tanya besar.
Apakah ini upaya untuk melindungi citra pejabat publik atau hanya sekadar menenangkan kegaduhan sementara?
Masyarakat Pangkalpinang, termasuk para aktivis, merasa kecewa dengan sikap Pemkot yang terkesan menutup-nutupi kasus ini.
Seorang aktivis lokal yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kasus ini tidak hanya mencoreng nama baik Dinas Kesehatan, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap integritas pejabat publik.
“Jika pejabat publik saja dibiarkan lolos dari tanggung jawab tanpa konsekuensi serius, bagaimana masyarakat bisa percaya pada sistem pemerintahan yang ada?” ujarnya.
Masyarakat menuntut transparansi dari pihak berwenang. Mereka berharap ada investigasi yang menyeluruh untuk mengungkap kebenaran dan memberikan sanksi tegas jika dugaan ini terbukti. Tanpa tindakan konkret, publik khawatir kasus seperti ini akan menjadi preseden buruk bagi pejabat publik lainnya.
