PANGKALPINANG, JOURNALARTA.COM – Sosok Brigjen TNI (Purn) dr. Ismi Purnawan, Sp.JP(K), M.A.R.S., FIHA, kini mencuat sebagai salah satu figur yang dinanti dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang 2025.
Tak sekadar hadir sebagai calon, dr. Ismi yang akrab disapa Ipong membawa misi besar dengan rekam jejak yang tak biasa: seorang dokter kepresidenan selama 10 tahun dan juga seorang purnawirawan jenderal TNI.
Sabtu (19/4/2025), dr. Ismi hadir di Podcast YouTube KBO Babel untuk menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat dan insan media.
Dalam sesi bincang santai yang dipandu oleh Penanggung Jawab KBO Babel, Rikky Fermana, dr. Ismi memaparkan berbagai gagasan dan program unggulan yang akan diusungnya jika dipercaya memimpin Kota Pangkalpinang.
Sebagai pembuka, Rikky langsung menanyakan alasan utama dr. Ismi maju sebagai Calon Wali Kota.
Dengan tenang dan penuh keyakinan, dr. Ismi menjelaskan bahwa keterpanggilan hatinya untuk membangun kota kelahiran merupakan bentuk pengabdian lanjutan setelah bertugas di tingkat nasional.
“Pengabdian saya selama ini adalah untuk negara. Sekarang waktunya saya pulang, membangun tanah kelahiran saya sendiri,” ujarnya.
Dengan pengalaman panjang di bidang kesehatan, Ipong menilai bahwa meski infrastruktur kesehatan di Pangkalpinang cukup memadai, namun kualitas SDM tenaga medis masih perlu perhatian serius.
“Saya ingin membangun rumah sakit bertaraf internasional di Pangkalpinang. Tapi bukan cuma fisiknya, SDM-nya harus unggul,” tegasnya.
Dalam diskusi, dr. Ismi menekankan bahwa kota yang bermartabat tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik.
Ia menilai, martabat sebuah kota terletak pada kualitas hidup masyarakatnya, terutama dalam aspek kesehatan dan pendidikan.
Dengan pendekatan profesional dan humanis, ia menekankan pentingnya membangun sistem kesehatan yang tangguh, termasuk penyediaan layanan kesehatan berbasis digital, peningkatan kapasitas tenaga medis, hingga program preventif untuk penyakit-penyakit kronis.
“Sehat itu hak dasar. Pemerintah kota harus menjamin itu secara sistemik, bukan hanya tambal sulam,” ujarnya.
Dalam segmen akhir, Rikky menyampaikan pertanyaan dari netizen tentang bagaimana dr. Ismi melihat generasi muda, khususnya Milenial dan Gen Z.