Partai Golkar akhirnya angkat bicara soal viralnya lagu Mas Bahlil Ganteng (MBG) yang menyebut nama Ketua Umum sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Lagu yang awalnya muncul dari kreativitas netizen ini sontak mencuri perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Menurut juru bicara DPP Golkar, lagu MBG merupakan bentuk apresiasi spontan masyarakat terhadap kinerja Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM. “Ini bagian dari kreativitas netizen yang menghargai kerja keras Ketua Umum kami. Kami melihat ini sebagai bentuk dukungan positif dari publik,” ujar pihak Golkar seperti dikutip dari Tempo, Minggu (26/5/2026).
Lagu MBG dan Respons Publik
Lagu Mas Bahlil Ganteng pertama kali beredar di media sosial beberapa pekan lalu dan langsung menjadi perbincangan hangat. Lirik sederhana namun catchy membuat lagu ini cepat viral dan dinyanyikan ulang oleh berbagai kalangan. Bahkan beberapa konten kreator membuat versi remix dan parodi dari lagu tersebut.
Namun, viralnya lagu ini juga memicu pro-kontra. Sebagian warganet menganggapnya sebagai bentuk dukungan tulus, sementara yang lain menilainya sebagai strategi politik jelang tahun politik. Bahkan sempat beredar isu bahwa produksi lagu MBG membebani APBN, meski Kementerian Keuangan telah membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks.
Bahlil Lahadalia: Dari Pengusaha Hingga Ketua Umum Golkar
Bahlil Lahadalia saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM dalam Kabinet Indonesia Maju. Sebelum terjun ke dunia politik, pria kelahiran Malang ini dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang tambang dan energi.
Di bawah kepemimpinannya, Kementerian ESDM mengklaim telah mencapai sejumlah capaian penting, termasuk peningkatan investasi di sektor hulu migas, akselerasi transisi energi terbarukan, dan berbagai terobosan kebijakan yang dinilai pro-investasi. Prestasi-prestasi inilah yang menurut Golkar memicu munculnya apresiasi publik dalam bentuk lagu viral tersebut.
Pihak Golkar menegaskan bahwa partai tidak pernah memesan atau membiayai pembuatan lagu MBG. “Ini murni kreativitas rakyat. Kami justru merasa terhormat bahwa kerja keras kader kami diapresiasi dengan cara yang kreatif seperti ini,” tambah juru bicara Golkar.
Meski menuai beragam reaksi, fenomena lagu Mas Bahlil Ganteng menjadi bukti bahwa media sosial dan kreativitas digital telah mengubah lanskap komunikasi politik di Indonesia. Apakah ini akan menjadi tren baru dalam kampanye politik atau hanya fenomena sesaat, masih perlu dilihat perkembangannya ke depan.
Sumber: Tempo Berita (baca selengkapnya)