Pasukan darat Israel Defense Forces (IDF) terlibat bentrokan jarak dekat dengan milisi Hezbollah di wilayah utara Sungai Litani, Lebanon, Rabu (27/5/2026). Pertempuran ini terjadi menyusul serangan pengeboman masif yang dilakukan semalam dan pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang berjanji mengambil kendali atas wilayah baru di Lebanon selatan.
Konflik Israel Hezbollah kembali memanas setelah tiga bulan perang dengan Iran memasuki tahap krusial. Bentrokan darat ini menandai eskalasi signifikan setelah periode serangan udara yang intensif menargetkan posisi-posisi strategis Hezbollah di wilayah perbatasan.
Trump Gelar Pertemuan Kabinet di Tengah Perundingan Damai
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan memimpin pertemuan kabinet ke-12 masa jabatan keduanya pada Rabu ini. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah negosiasi krusial untuk mengakhiri perang hampir tiga bulan dengan Iran, meskipun sinyal yang bertentangan terus muncul mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan.
Pertemuan yang awalnya direncanakan berlangsung di Camp David—tempat perundingan bersejarah Timur Tengah termasuk perjanjian damai Mesir-Israel—menjadi momentum penting dalam upaya diplomasi regional. Para analis menilai keterlibatan Washington sangat menentukan arah penyelesaian konflik yang telah memakan banyak korban jiwa.
Netanyahu Tegaskan Komitmen Kendalikan Wilayah Baru
Perdana Menteri Netanyahu dalam pernyataannya menegaskan komitmen Israel untuk menguasai area baru di Lebanon selatan sebagai langkah pengamanan zona penyangga. Kebijakan ini menuai kritik keras dari komunitas internasional yang menilai langkah tersebut melanggar kedaulatan Lebanon.
Operasi darat IDF di utara zona buffer yang dikuasai Israel menunjukkan pergeseran strategi militer Tel Aviv. Pasukan elit Israel dilaporkan terlibat kontak senjata langsung dengan para pejuang Hezbollah yang telah memperkuat pertahanan mereka di sepanjang Sungai Litani, garis demarkasi strategis di Lebanon selatan.
Para pengamat militer memperingatkan bahwa eskalasi ini dapat memperluas cakupan konflik regional yang sudah melibatkan Iran, Suriah, dan kelompok-kelompok milisi di Irak. Ketegangan meningkat setelah serangan roket Hezbollah menghantam kota-kota di Israel utara minggu lalu, menewaskan sedikitnya lima warga sipil.
Masyarakat internasional terus menyerukan gencatan senjata segera dan kembali ke meja perundingan. PBB mengutuk keras kekerasan yang terus berlanjut dan meminta semua pihak menahan diri demi melindungi warga sipil yang menjadi korban terbesar dalam konflik berkepanjangan ini.
Sumber: The Guardian World (baca selengkapnya)
Sumber: The Guardian World (baca selengkapnya)