Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Babel Perkuat Biosekuriti Udang Vannamei untuk Dongkrak Ekspor

Fasilitas budidaya udang vannamei dengan standar biosekuriti tinggi di Kepulauan Bangka Belitung
Fasilitas budidaya udang vannamei dengan standar biosekuriti tinggi di Kepulauan Bangka Belitung. (Ilustrasi: AI)

Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tengah memperkuat penerapan standar biosekuriti terhadap komoditas udang vannamei. Langkah strategis ini merupakan upaya serius untuk meningkatkan volume dan kualitas ekspor perikanan dari daerah yang kini tengah mengembangkan sektor budidaya laut sebagai pilar ekonomi alternatif di luar timah.

Penguatan biosekuriti menjadi krusial mengingat pasar global semakin ketat dalam menerapkan standar kesehatan dan keamanan produk perikanan. Udang vannamei, sebagai salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia, memerlukan jaminan bebas dari penyakit dan kontaminan agar dapat bersaing di pasar internasional yang didominasi negara-negara produsen seperti Thailand, Vietnam, dan Ekuador.

Mengapa Biosekuriti Menjadi Prioritas

Biosekuriti dalam konteks budidaya udang merujuk pada serangkaian protokol pencegahan masuk dan menyebarnya penyakit atau organisme berbahaya ke dalam area produksi. Bagi industri udang, penerapan biosekuriti yang ketat bukan sekadar formalitas, melainkan garis pertahanan vital terhadap ancaman penyakit seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV), Early Mortality Syndrome (EMS), dan infeksi bakteri yang dapat melumpuhkan produksi dalam hitungan hari.

Di tingkat global, kegagalan biosekuriti telah menyebabkan kerugian miliaran dolar dalam industri udang. Pengalaman negara-negara produsen udang di Asia Tenggara menunjukkan bahwa satu wabah penyakit dapat memusnahkan hingga 80 persen populasi udang dalam satu siklus budidaya. Dampaknya tidak hanya ekonomi, tetapi juga reputasi produk di mata importir internasional.

Bagi Kepulauan Bangka Belitung, penguatan biosekuriti menjadi investasi strategis. Provinsi kepulauan ini memiliki potensi besar dalam pengembangan perikanan budidaya mengingat panjang garis pantai dan kondisi perairan yang relatif terjaga. Namun tanpa standar biosekuriti yang solid, potensi tersebut rentan tergerus oleh risiko wabah penyakit yang dapat merusak keberlanjutan industri.

Peran Balai Karantina dalam Rantai Ekspor

Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Babel memiliki fungsi kunci sebagai gatekeeper dalam rantai ekspor perikanan. Lembaga ini bertanggung jawab melakukan pemeriksaan, pengawasan, dan sertifikasi terhadap komoditas perikanan yang akan diekspor maupun diimpor, memastikan produk memenuhi standar kesehatan hewan akuatik dan bebas dari ancaman biologis.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda