Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Jawa Timur pada 28 Mei 2026 dengan kondisi yang umumnya mendukung aktivitas masyarakat. Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan, namun dua daerah masih perlu mewaspadai potensi hujan lebat dalam 24 jam ke depan.
Prakiraan ini dirilis di tengah periode transisi musim yang kerap memunculkan pola cuaca tidak menentu. Informasi cuaca akurat menjadi krusial bagi berbagai sektor, mulai dari pertanian, transportasi, hingga aktivitas harian warga yang merencanakan kegiatan luar ruangan.
Kondisi Cuaca Umum Jawa Timur
Berdasarkan analisis BMKG, mayoritas wilayah Jawa Timur akan mengalami cuaca cerah berawan sepanjang hari. Kondisi ini menandakan stabilitas atmosfer yang relatif baik, dengan tekanan udara normal dan tidak ada gangguan cuaca signifikan di sebagian besar wilayah.
Surabaya sebagai ibu kota provinsi diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu maksimal mencapai 31 derajat Celsius. Kondisi ini cocok untuk aktivitas outdoor dan tidak menganggu mobilitas warga. Kelembapan udara berada pada level moderat, menciptakan kondisi yang relatif nyaman meskipun cukup panas di siang hari.
Cuaca bersahabat ini diperkirakan akan berlangsung hingga sore hari sebelum berpotensi berubah menjelang malam, mengikuti pola sirkulasi angin laut yang umum terjadi di wilayah pesisir utara Jawa Timur.
Dua Daerah Masih Waspada Hujan Lebat
Meski mayoritas wilayah cerah, BMKG masih memasukkan dua daerah di Jawa Timur dalam daftar waspada hujan lebat. Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan pemantauan citra satelit dan model prediksi numerik yang mendeteksi pembentukan awan konvektif di wilayah tersebut.
Hujan lebat didefinisikan sebagai curah hujan dengan intensitas 50-100 milimeter per hari atau 20-50 milimeter per jam. Kondisi ini berpotensi menyebabkan genangan air, terutama di area dengan drainase kurang memadai, serta mengganggu aktivitas di sektor pertanian dan transportasi.
Dua wilayah yang masuk kategori waspada ini biasanya berada di area pegunungan atau dataran tinggi bagian selatan Jawa Timur, di mana konvergensi massa udara dan orografi sering memicu pembentukan awan hujan. Wilayah pegunungan seperti kawasan Malang Selatan, Lumajang, atau Jember bagian selatan historis menjadi zona rawan hujan lebat saat transisi musim.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.