Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Skandal Hadiah Mewah Brisbane 2032: Kognak Rp1 Miliar Ditolak Panitia

Pemandangan lokasi persiapan Olimpiade Brisbane 2032 di Australia
Persiapan infrastruktur menuju Olimpiade Brisbane 2032 kini diawasi ketat pasca terungkapnya kasus pemberian hadiah mewah kepada panitia. (Ilustrasi: AI)

Brisbane 2032 kini menjadi sorotan setelah catatan daftar hadiah panitia penyelenggara Olimpiade Brisbane 2032 terungkap ke publik. Dokumen yang diperoleh melalui jalur hukum tersebut menunjukkan upaya agresif berbagai pihak untuk membangun pengaruh demi mendapatkan posisi strategis dalam ajang olahraga bergengsi tersebut.

Pokok Peristiwa

Nilai hadiah yang diberikan kepada panitia Brisbane 2032 tergolong fantastis dan melampaui batas kewajaran. Salah satu yang paling mencolok adalah kiriman dari asosiasi seni bela diri campuran (MMA) internasional yang memberikan minuman beralkohol dengan nilai fantastis.

Sebuah botol kognak Remy Martin Louis XIII Rare Cask 42.1 dihargai mencapai 82.270 dolar Australia atau sekitar Rp1 miliar, yang secara tegas ditolak dan dikembalikan oleh pihak panitia karena dianggap tidak pantas.

Selain kognak mewah, panitia juga sempat menerima kiriman dua botol anggur senilai 20.000 dolar Australia. Pihak penyelenggara memilih menyerahkan barang tersebut kepada pihak Bea Cukai daripada harus menanggung biaya impor yang tinggi.

Langkah ini diambil di tengah upaya panitia untuk menjaga transparansi operasional, terutama mengingat tanggung jawab mereka yang meliputi manajemen venue dan rekomendasi cabang olahraga baru kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Konteks

Pakar tata kelola olahraga dari Bond University, Lisa Gowthorp, menjelaskan bahwa keterlibatan sebagai pemasok atau sponsor di Olimpiade merupakan peluang bisnis yang sangat menggiurkan. “Begitu Anda terdaftar sebagai pemasok, Anda mendapatkan akses ke ruang yang mempertemukan pemerintah daerah, pusat, hingga bisnis internasional,” ujar Gowthorp seperti dilansir oleh ABC.

Catatan tersebut juga merinci berbagai bentuk keramahtamahan dari organisasi domestik. Cricket Australia tercatat memberikan selusin tiket Ashes, sementara Tennis Australia memberikan pengalaman hospitality di ajang Australian Open.

Perusahaan IT seperti PMY Group hingga penyedia layanan katering Compass Group juga tercatat dalam register tersebut, dengan nilai pemberian mencapai ribuan dolar untuk membina hubungan dengan staf panitia.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Di balik kemewahan ini, terdapat motif yang lebih dalam. Brisbane 2032 diperkirakan memiliki kontrak pengadaan bernilai 2,5 miliar dolar Australia.

Bagi cabang olahraga yang belum memiliki tempat di Olimpiade, membangun hubungan dengan panitia lokal dianggap krusial untuk melobi agar olahraga mereka dipertimbangkan sebagai cabang tambahan.

Dengan potensi nilai ekonomi dan prestise global yang besar, persaingan untuk mendapatkan perhatian panitia dipastikan akan terus meningkat seiring mendekatnya tahun 2032.

Kini, publik menunggu langkah panitia selanjutnya dalam memperketat protokol penerimaan gratifikasi agar integritas persiapan menuju Olimpiade Brisbane 2032 tetap terjaga dari kepentingan pihak luar yang ingin melakukan transaksi pengaruh terselubung.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda