Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Trump Mengamuk: Ancam Ledakkan Oman soal Selat Hormuz

Kapal perang AS berpatroli di kawasan Selat Hormuz, jalur minyak strategis global
Kapal perang AS berpatroli di kawasan Selat Hormuz, jalur minyak strategis global. (Ilustrasi: AI)

Pernyataan ini diduga terkait dengan tuduhan AS bahwa Oman memberikan ruang gerak bagi aktivitas militer atau logistik Iran di kawasan Selat Hormuz. Washington khawatir Muscat tidak cukup tegas dalam membatasi akses Iran atau bahkan diam-diam memfasilitasi operasi intelijen dan militer Teheran.

Iran merespons ancaman Trump dengan menyerukan solidaritas regional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut ancaman AS sebagai “intimidasi imperialis” dan menegaskan bahwa Iran akan terus bekerja sama dengan negara-negara tetangga untuk menjaga keamanan kawasan tanpa campur tangan asing.

Risiko Eskalasi Militer dan Dampak Global

Ancaman terhadap Oman menambah kompleksitas konflik AS-Iran yang sudah berada di ambang perang terbuka. Setelah serangkaian serangan balasan antara kedua negara — termasuk serangan drone Hezbollah ke Israel dan bombardir AS ke Bandar Abbas — ketegangan kini meluas ke ranah diplomatik yang melibatkan negara-negara Teluk.

Jika AS benar-benar melakukan tindakan militer terhadap Oman — meskipun kemungkinan ini rendah mengingat konsekuensi diplomatiknya — dampaknya akan melampaui kawasan Timur Tengah. Blok negara-negara Arab Teluk, termasuk Arab Saudi dan UEA, akan terpaksa mengambil sikap tegas, yang dapat memecah aliansi regional yang selama ini dibangun AS.

Di sisi ekonomi, ancaman ini sudah memicu kekhawatiran pasar energi global. Harga minyak dunia berpotensi melonjak jika terjadi penutupan Selat Hormuz atau konflik militer di kawasan tersebut. Sebelumnya, serangan AS ke Bandar Abbas memicu prediksi kenaikan harga bahan bakar hingga $6 per galon di pasar AS. Jika situasi memburuk, dampaknya akan dirasakan oleh ekonomi global, termasuk Indonesia yang bergantung pada impor minyak.

Reaksi Internasional dan Posisi Oman

Hingga saat ini, pemerintah Oman belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi ancaman Trump. Namun, diplomat Oman di forum regional diketahui sedang melakukan konsultasi intensif dengan negara-negara Teluk dan Uni Eropa untuk mengelola krisis ini secara diplomatik.

Negara-negara Eropa, khususnya Inggris dan Prancis, menyuarakan kekhawatiran atas eskalasi retorika AS. Kedua negara memiliki kepentingan ekonomi dan keamanan di kawasan Teluk dan selama ini mendukung diplomasi sebagai solusi utama dalam konflik AS-Iran.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda