Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Bom PD II Mengamuk di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang

Bom PD II Mengamuk di Biak
(Ilustrasi: AI)

Ledakan dahsyat mengguncang kawasan padat penduduk di Biak, Papua, menewaskan lima warga dan menyebabkan tiga orang lainnya hilang. Ledakan yang terjadi diduga kuat berasal dari bom sisa Perang Dunia II yang belum meledak selama lebih dari 80 tahun. Insiden ini kembali membuka luka lama dan menyoroti ancaman serius dari unexploded ordnance (UXO) yang masih tersebar di berbagai wilayah Indonesia bagian timur—warisan kelam konflik global yang dampaknya terus merenggut korban hingga hari ini.

Biak Numfor, kabupaten kepulauan di Papua, adalah salah satu medan pertempuran paling sengit antara pasukan Sekutu dan Jepang pada tahun 1944. Ribuan ton amunisi, ranjau, dan bom dijatuhkan atau ditinggalkan di wilayah ini. Puluhan tahun kemudian, sebagian besar masih terkubur di tanah, tersembunyi di bawah pemukiman warga, kebun, atau infrastruktur yang dibangun pascaperang.

Latar Belakang: Warisan Berbahaya Perang Dunia II di Papua

Pada Mei hingga Agustus 1944, Pertempuran Biak menjadi salah satu operasi amfibi paling brutal dalam Kampanye Pasifik. Pasukan Amerika Serikat berusaha merebut pulau strategis ini dari pendudukan Jepang untuk membangun pangkalan udara guna mendukung serangan lebih lanjut ke Filipina. Pertempuran berlangsung selama hampir tiga bulan, meninggalkan ribuan korban jiwa di kedua belah pihak—dan jutaan unit amunisi yang tidak meledak.

Sebagian besar UXO ini adalah artileri berat, bom udara, granat tangan, dan ranjau darat. Faktor lingkungan tropis—kelembapan tinggi, tanah asam, dan vegetasi lebat—membuat deteksi dan pembersihan amunisi ini sangat sulit. Berbeda dengan negara-negara Eropa yang memiliki program pembersihan UXO sistematis pascaperang, Indonesia, khususnya di wilayah timur, tidak mendapatkan prioritas serupa dari komunitas internasional maupun pemerintah pusat selama beberapa dekade.

Akibatnya, warga lokal sering kali menemukan benda-benda logam mencurigakan saat menggali fondasi rumah, berkebun, atau membangun infrastruktur. Ketidakpahaman tentang bahaya UXO, ditambah dengan kemiskinan yang mendorong sebagian warga menjual logam bekas, menjadikan ancaman ini semakin mematikan.

Detail Kejadian: Ledakan di Kawasan Padat Penduduk

Ledakan terjadi di area pemukiman padat penduduk Biak, meskipun detail lokasi persisnya belum diungkapkan secara resmi oleh pihak berwenang. Korban tewas berjumlah lima orang, sementara tiga warga lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun reruntuhan atau terluka parah di lokasi yang sulit dijangkau.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda