Pafos FC memperkuat dominasi mereka di sepak bola Siprus dengan merebut gelar juara Piala Siprus setelah mengalahkan Apollon Limassol dengan skor 2-0 dalam laga final yang digelar di Stadion GSP, Nicosia, Jumat malam waktu setempat. Kemenangan ini menambah koleksi trofi domestik klub yang tengah naik daun tersebut.
Dua gol kemenangan Pafos tercipta lewat aksi Bruno Felipe pada menit ke-85 dan Pepe di injury time menit ke-92. Hasil ini melanjutkan kesuksesan musim sebelumnya ketika Pafos berhasil meraih dobel gelar dengan menjuarai Divisi Pertama Siprus sekaligus piala domestik.
Pertandingan Tanpa Gol Hingga Menit Akhir
Laga final berlangsung ketat tanpa gol hingga menjelang akhir waktu normal. Apollon Limassol sempat mendapat peluang emas pada menit ke-18 melalui aksi Angelo Rodriguez yang memotong umpan dari Domingos Quina.
Namun tendangan pertama Rodriguez berhasil diblok kiper Pafos, Jay Gorter, sementara bola muntah yang disambarnya membentur tiang gawang. Penyelamatan krusial ini menjaga gawang Pafos tetap bersih sepanjang babak pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-85 ketika pemain pengganti Bruno Felipe membuktikan keputusan taktis pelatih yang tepat. Felipe bergerak dari sayap kanan menuju tengah dan memberikan umpan kepada Jaja yang langsung menyarangkan bola ke sudut gawang Apollon.
Drama Kartu Merah dan Gol Penutup
Momen kemenangan Pafos sempat diwarnai insiden ketika manajer Ricardo Sa Pinto diusir wasit setelah menerima kartu merah pada menit ke-87. Keputusan kontroversial ini memicu ketegangan di pinggir lapangan, namun tidak menggoyahkan konsentrasi tim.
Pafos mengunci kemenangan pada menit ke-92 melalui serangan balik cepat yang dipimpin Jaja. Pemain yang telah mencetak gol pertama ini memberikan assist matang kepada Pepe di dalam kotak penalti, yang langsung dikonversi menjadi gol kedua.
Usai peluit panjang berbunyi, situasi di lapangan sempat memanas akibat pelemparan objek dari tribun pendukung Apollon Limassol ke arah kiper Jay Gorter. Insiden ini mencerminkan frustrasi pendukung Apollon yang gagal membawa tim mereka merebut gelar.
Signifikansi Gelar Bagi Sepak Bola Siprus
Keberhasilan Pafos FC meraih Piala Siprus menandai kebangkitan klub yang relatif baru dalam konstelasi sepak bola Siprus. Dalam dua musim terakhir, mereka telah mengumpulkan tiga gelar domestik, menantang dominasi klub-klub tradisional seperti APOEL Nicosia dan Apollon Limassol.
Prestasi ini juga membuka peluang Pafos untuk berkompetisi di kancah Eropa musim depan, sebuah pencapaian signifikan bagi klub yang baru promosi ke divisi tertinggi beberapa tahun lalu. Strategi rekrutmen pemain internasional dan kepemimpinan Sa Pinto terbukti membawa hasil positif.
Bagi Apollon Limassol, kekalahan ini menjadi pukulan kedua beruntun di final piala domestik setelah juga gagal pada musim lalu. Klub yang berbasis di Limassol ini kini harus membenahi skuad untuk bisa kembali bersaing di musim mendatang.