Di Dallas Stadium, Arlington, Spanyol menutup semifinal pertama Piala Dunia 2026 dengan skor Prancis 0-2 Spanyol. La Roja menjadi finalis pertama edisi 48 tim di Amerika Utara. Lawan mereka di New York New Jersey Stadium, Minggu 19 Juli, baru akan ditentukan setelah Inggris bertemu Argentina di Atlanta.
Dua gol datang dari Mikel Oyarzabal (penalti menit 22) dan Pedro Porro (menit 58). Itu bukan malam Mbappé. Itu malam kontrol Spanyol — dan bagan knockout berubah dalam 90 menit.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Bagan semifinal terbaru
Grafik di bawah mengikuti jalur perempat final yang sudah selesai, hasil Dallas yang sudah final, serta sisa jadwal FIFA (kickoff zona waktu stadion + WIB untuk pembaca Indonesia).

Momen yang memutuskan Dallas
Lamine Yamal, sehari setelah ulang tahun ke-19, masuk kotak lebih dulu dari Lucas Digne. Digne menendang bola — dan mengenai Yamal. Wasit menunjuk titik putih. Oyarzabal mengeksekusi ke kanan, melewati Mike Maignan. Itu gol kelimanya di turnamen ini; FIFA mencatat penalti itu juga sebagai gol internasional ke-30 Oyarzabal untuk Spanyol.
Tak lama setelah keunggulan itu, William Saliba keluar cedera dan digantikan Maxence Lacroix. Babak kedua lebih tajam lagi bagi Spanyol. Porro bermain one-two dengan Dani Olmo, menerima umpan balik, lalu menanam bola. FIFA menobatkan Porro sebagai Superior Player of the Match. Tiga menit kemudian Yamal menyundul jaring lagi, tapi dianulir offside.
Prancis mencoba bangkit lewat Désiré Doué dan Rayan Cherki. Mbappé sempat menembak menyilang — Cucurella membelokkan. Saat Unai Simón gagal di header di luar kotak, ia masih sempat menghadang tembakan Jinak Doué. Les Bleus, yang masuk sebagai tim peringkat satu FIFA, tertahan tanpa ancaman besar yang berulang.
https://x.com/KhelNowWF/status/2077135930876711277
Angka yang menjelaskan malam itu
Menurut ringkasan Opta setelah laga, Prancis hanya menghasilkan sekitar 0,3 xG dari 10 tembakan, tiga di antaranya on target. Spanyol menyamai rekor Italia: 37 laga tanpa kalah beruntun bagi sebuah bangsa Eropa. Mereka juga menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mengumpulkan enam clean sheet dalam satu edisi — dan ini clean sheet keenam mereka.


