Kamis, 16 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Sejarah dari Sidang BPUPKI 1945

Suasana sidang BPUPKI tahun 1945 saat Soekarno menyampaikan gagasan Pancasila
Foto: Onbekend/Anonymous / Wikimedia Commons (Public domain)

Dari Hafalan Menuju Internalisasi: Tantangan Kontemporer

BPIP dalam berbagai kesempatan menyoroti fenomena yang mereka sebut “jurang antara hafalan dan internalisasi Pancasila”. Survei internal BPIP menunjukkan mayoritas warga Indonesia mampu menghafalkan kelima sila, namun aplikasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari masih menjadi tantangan.

Tantangan ini mencakup berbagai dimensi: intoleransi dalam kehidupan beragama yang kontras dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kesenjangan ekonomi yang melebar bertolak belakang dengan sila Keadilan Sosial, serta polarisasi politik yang mengikis semangat persatuan. Fenomena hoaks, ujaran kebencian di media sosial, dan politisasi identitas menjadi indikator lemahnya internalisasi nilai Pancasila di era digital.

Kepala BPIP dalam keterangan resmi menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial. Momentum ini harus menjadi refleksi kolektif tentang sejauh mana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam kebijakan publik, praktik bisnis, sistem pendidikan, hingga interaksi sosial sehari-hari.

Tema 2026: Persatuan Bangsa dan Perdamaian Dunia

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengangkat tema “Persatuan Bangsa dan Perdamaian Dunia”, sebuah pilihan yang tidak terlepas dari konteks global dan domestik. Secara global, dunia menghadapi fragmentasi geopolitik, konflik regional, dan kebangkitan nasionalisme eksklusif. Secara domestik, Indonesia memasuki tahun kedua pemerintahan baru dengan berbagai tantangan konsolidasi politik dan ekonomi.

BPIP telah merilis panduan resmi upacara peringatan yang mencakup logo, tata cara, dan materi pembinaan untuk instansi pemerintah, sekolah, dan organisasi masyarakat. Logo tahun ini menampilkan elemen visual yang menekankan keberagaman dan harmoni, dengan palet warna yang merepresentasikan kelima sila Pancasila.

Panduan upacara menekankan partisipasi aktif, bukan sekadar kehadiran fisik. Setiap instansi didorong untuk mengintegrasikan diskusi nilai-nilai Pancasila yang relevan dengan konteks pekerjaan atau kegiatan mereka, dari tata kelola pemerintahan yang bersih hingga praktik ekonomi yang berkeadilan.

Relevansi Pancasila di Era Kontemporer

Pertanyaan tentang relevansi Pancasila di abad ke-21 kerap muncul, terutama di kalangan generasi muda. Kritikus menilai Pancasila sering dijadikan alat legitimasi kekuasaan tanpa substansi nyata. Namun para akademisi dan praktisi pemerintahan berpendapat Pancasila justru menawarkan kerangka unik untuk menghadapi tantangan modern.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda