Kamis, 16 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Sejarah dari Sidang BPUPKI 1945

Suasana sidang BPUPKI tahun 1945 saat Soekarno menyampaikan gagasan Pancasila
Foto: Onbekend/Anonymous / Wikimedia Commons (Public domain)

Tanggal 1 Juni bagi bangsa Indonesia bukan sekadar pergantian kalender. Hari ini menandai momentum bersejarah kelahiran Pancasila sebagai dasar negara, berawal dari pidato Soekarno di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 kembali mengangkat tema persatuan bangsa dan perdamaian dunia, relevan di tengah dinamika politik dan sosial kontemporer.

Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila memiliki landasan historis kuat. Pada tanggal tersebut 81 tahun lalu, Soekarno—yang kemudian menjadi Presiden pertama Republik Indonesia—menyampaikan pidato spontan yang menguraikan lima prinsip fundamental sebagai dasar filosofis negara yang akan merdeka. Pidato itu disampaikan dalam sidang pertama BPUPKI, badan yang dibentuk pemerintah pendudukan Jepang untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai lembaga yang bertugas melakukan pembinaan ideologi negara kembali mengingatkan pentingnya memahami konteks historis ini. Menurut catatan BPIP, pemahaman terhadap Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada hafalan tanggal atau rumusan verbal, melainkan harus sampai pada internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Latar Belakang Historis: Sidang BPUPKI dan Kelahiran Pancasila

BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai dibentuk pada 29 April 1945 oleh pemerintah militer Jepang sebagai respons terhadap janji kemerdekaan Indonesia. Badan ini beranggotakan 62 orang tokoh nasional dari berbagai latar belakang etnis, agama, dan ideologi. Sidang pertama BPUPKI berlangsung 29 Mei hingga 1 Juni 1945 di gedung Chuo Sangi In, Jakarta (kini Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri).

Agenda utama sidang adalah merumuskan dasar negara Indonesia merdeka. Berbagai tokoh menyampaikan pandangan: Muhammad Yamin mengusulkan lima asas pada 29 Mei 1945, Soepomo membahas teori negara integralistik pada 31 Mei 1945. Namun pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 yang berjudul “Lahirnya Pancasila” menjadi titik kulminasi.

Dalam pidato tersebut, Soekarno mengajukan lima dasar yang ia sebut “Pancasila”—istilah yang diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti “lima prinsip”. Lima dasar itu: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Rumusan ini kemudian mengalami penyempurnaan melalui Piagam Jakarta (22 Juni 1945) dan penetapan final dalam Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda