Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Pemilu Ethiopia 2026: Abiy Ahmed Perkuat Cengkeraman di Tengah Krisis

Warga Ethiopia mengantre di TPS saat pemilu 1 Juni 2026 dengan latar bendera nasional
Foto: The Kremlin, Moscow / Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Organisasi masyarakat sipil juga menyoroti berbagai irregularitas dalam proses pendaftaran pemilih dan transparansi pengelolaan pemilu. Komisi Pemilihan Nasional Ethiopia dianggap tidak independen dan terlalu dekat dengan pemerintah. Kurangnya pengawasan internasional yang memadai—akibat pembatasan akses bagi lembaga pemantau asing—menambah keraguan terhadap integritas proses.

Bizuneh Yimenu, dosen politik komparatif di Queen’s University Belfast yang mendalami federalisme Ethiopia, menjelaskan bahwa masalah mendasar terletak pada desain institusional negara. “Federalisme etnis Ethiopia menciptakan insentif bagi politisi untuk memobilisasi dukungan berbasis identitas, bukan berbasis kebijakan. Ini membuat pemilu lebih rentan terhadap polarisasi dan konflik,” katanya.

Di tingkat akar rumput, banyak warga Ethiopia menghadapi dilema. Sebagian ingin menggunakan hak pilih mereka sebagai wujud partisipasi demokratis, namun skeptis terhadap apakah suara mereka akan benar-benar dihitung dan berdampak. Di wilayah yang dilanda konflik, banyak yang bahkan tidak memiliki akses fisik ke TPS atau takut akan ancaman kekerasan jika keluar rumah untuk memilih.

Dampak dan Implikasi bagi Masa Depan Ethiopia

Hasil pemilu 2026, apa pun itu, akan memiliki implikasi jangka panjang bagi stabilitas Ethiopia dan kawasan Tanduk Afrika yang lebih luas. Jika partai berkuasa meraih kemenangan telak—sebagaimana diprediksi banyak analis—hal itu dapat memperkuat otoritas Abiy Ahmed di tingkat nasional, namun juga berisiko memperburuk keterasingan kelompok oposisi dan komunitas etnis tertentu.

Kemenangan yang tidak inklusif dapat memicu gelombang protes baru dan intensifikasi konflik di wilayah-wilayah yang sudah bergolak. Kelompok bersenjata yang merasa tidak terwakili dalam proses politik formal mungkin akan semakin memilih jalur kekerasan sebagai strategi politik. Ini adalah skenario yang sangat mengkhawatirkan bagi negara yang sudah rapuh secara keamanan dan sosial.

Di sisi lain, jika pemilu dapat berlangsung dengan relatif damai dan hasil yang diterima sebagian besar pihak—meski dengan segala kekurangannya—ini bisa menjadi langkah kecil menuju stabilisasi. Ethiopia membutuhkan momentum politik yang memungkinkan dialog antar kelompok etnis, rekonsiliasi pascakonflik, dan pembangunan institusi yang lebih inklusif.

Dari perspektif regional, Ethiopia adalah negara penting di Tanduk Afrika—baik secara demografis, ekonomis, maupun strategis. Ketidakstabilan Ethiopia berdampak langsung pada negara tetangga seperti Sudan, Somalia, Kenya, dan Eritrea. Krisis pengungsi, perdagangan senjata, dan dinamika militer regional semuanya terpengaruh oleh apa yang terjadi di Addis Ababa.

Komunitas internasional, termasuk Uni Afrika dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengamati pemilu ini dengan cermat. Namun pengaruh eksternal terbatas. Banyak negara asing yang enggan mengintervensi terlalu dalam dalam urusan domestik Ethiopia, terutama mengingat sensitivitas sejarah negara tersebut terhadap campur tangan luar.

Ke depan, pertanyaan yang lebih besar adalah apakah Ethiopia dapat melampaui siklus pemilu yang kontroversial dan membangun konsensus politik lintas etnis. Ini membutuhkan reformasi konstitusional, penguatan lembaga independen, dan komitmen dari semua aktor politik untuk mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok sempit.

Pemilu 1 Juni 2026 adalah momen yang penuh risiko dan harapan. Bagi jutaan warga Ethiopia, suara mereka adalah upaya kecil untuk membentuk masa depan negara yang telah lama dilanda konflik. Namun tanpa perbaikan mendasar dalam tata kelola politik dan keamanan, pemilu ini mungkin hanya akan menjadi episode lain dalam narasi panjang ketidakstabilan Ethiopia—bukan titik balik yang diharapkan menuju demokrasi sejati.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda