Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Israel Rebut Kastil Beaufort 900 Tahun di Lebanon Selatan

Kastil Beaufort kuno di perbukitan Lebanon Selatan yang dikuasai pasukan Israel
(Ilustrasi: AI)

Tentara Israel mengklaim telah merebut Kastil Beaufort, benteng Perang Salib berusia 900 tahun yang terletak di Lebanon Selatan. Penguasaan situs bersejarah ini menandai eskalasi baru dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan kelompok militan Hezbollah, sekaligus memicu kekhawatiran internasional terhadap perlindungan warisan budaya di zona konflik.

Video yang disebarkan oleh militer Israel menunjukkan prajurit mengibarkan bendera di atas reruntuhan kastil yang strategis ini. Lokasi kastil yang berada di ketinggian memberikan posisi dominan untuk mengawasi wilayah perbatasan Israel-Lebanon, menjadikannya target militer bernilai tinggi sejak puluhan tahun lalu.

Kastil Bersejarah yang Jadi Arena Konflik Modern

Kastil Beaufort dibangun pada abad ke-12 oleh tentara Salib dan telah menyaksikan berbagai pertempuran sepanjang sejarahnya. Nama Beaufort berasal dari bahasa Prancis “beau fort” yang berarti benteng indah, merujuk pada arsitektur megah dan posisi strategisnya di atas lereng bukit yang curam.

Dalam sejarah modern, kastil ini pertama kali diduduki Israel pada tahun 1982 selama invasi Lebanon. Pasukan Israel mempertahankan posisi ini hingga tahun 2000 ketika mereka menarik diri dari Lebanon Selatan. Sejak itu, area sekitar kastil menjadi wilayah yang dikendalikan Hezbollah, yang memanfaatkan struktur kuno tersebut sebagai titik observasi dan basis operasional.

Penguasaan kembali kastil ini oleh Israel mengindikasikan operasi militer skala besar di wilayah perbatasan, meskipun detail lengkap mengenai operasi tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak independen. Hezbollah dilaporkan telah melancarkan serangan balasan menyusul penguasaan kastil, meskipun rincian kronologis dan skala pertempuran masih terbatas.

Konteks Eskalasi Regional Timur Tengah

Penguasaan Kastil Beaufort terjadi di tengah ketegangan regional yang meningkat di Timur Tengah. Dalam beberapa pekan terakhir, konflik antara Israel dan kelompok militan di Lebanon telah mengalami intensifikasi, dengan serangan drone dan artileri yang semakin sering terjadi di sepanjang perbatasan.

Hezbollah, yang didukung oleh Iran, telah menjadi kekuatan dominan di Lebanon Selatan sejak penarikan Israel pada tahun 2000. Kelompok ini memiliki persenjataan canggih termasuk rudal jarak jauh dan drone, yang telah digunakan dalam serangan terhadap posisi militer Israel. Arsip JournalArta mencatat bahwa tentara Israel sebelumnya tewas dalam serangan drone Hezbollah di wilayah perbatasan, menunjukkan kapabilitas militer kelompok tersebut.

Operasi militer Israel di Lebanon Selatan ini juga terjadi dalam konteks yang lebih luas dari ketegangan Israel-Iran. Pernyataan terbaru dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menyatakan bahwa perdamaian regional tidak mungkin selama Israel masih ada, menggambarkan polarisasi yang mendalam di kawasan. Penguasaan situs strategis seperti Kastil Beaufort dapat dipandang sebagai bagian dari strategi Israel untuk mengamankan perbatasan utaranya dari ancaman yang didukung Iran.

Implikasi Perlindungan Warisan Budaya

Penggunaan situs bersejarah sebagai arena konflik militer menimbulkan keprihatinan serius terhadap pelestarian warisan budaya. Kastil Beaufort termasuk dalam situs arkeologi penting yang dilindungi oleh konvensi internasional, termasuk Konvensi Den Haag 1954 tentang Perlindungan Properti Budaya dalam Konflik Bersenjata.

UNESCO dan organisasi pelestarian warisan dunia sebelumnya telah mengidentifikasi situs-situs bersejarah di Lebanon sebagai berisiko tinggi akibat ketidakstabilan regional. Kastil Beaufort, dengan strukturnya yang telah bertahan selama sembilan abad, kini menghadapi ancaman kerusakan dari aktivitas militer modern.

Para ahli arkeologi mengkhawatirkan bahwa penggunaan kastil sebagai posisi militer dapat menyebabkan kerusakan struktural yang ireversibel. Getaran dari ledakan, penempatan peralatan militer berat, dan modifikasi struktur untuk keperluan pertahanan modern dapat merusak integritas arsitektur kuno yang rapuh.

Reaksi dan Posisi Pihak Terkait

Hingga saat ini, pemerintah Lebanon belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penguasaan kastil oleh Israel. Hezbollah, melalui saluran media mereka, dilaporkan menyatakan bahwa operasi perlawanan terhadap pasukan Israel akan terus berlanjut, meskipun pernyataan spesifik mengenai Kastil Beaufort belum dikonfirmasi secara independen.

Komunitas internasional umumnya menyerukan de-eskalasi di perbatasan Israel-Lebanon. Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL), yang bertugas memantau gencatan senjata sejak 2006, kemungkinan akan memantau situasi dengan ketat, meskipun mandat mereka terbatas dalam mencegah operasi militer skala besar.

Masyarakat lokal di Lebanon Selatan, yang telah hidup dalam kondisi tidak stabil selama puluhan tahun, menghadapi ketidakpastian baru dengan eskalasi ini. Ribuan warga sipil di wilayah perbatasan telah mengungsi dalam konflik-konflik sebelumnya, dan penguasaan posisi strategis seperti Kastil Beaufort dapat memicu perpindahan penduduk lebih lanjut jika pertempuran meluas.

Dampak Strategis dan Implikasi Jangka Panjang

Penguasaan Kastil Beaufort memberikan Israel keuntungan taktis signifikan dalam mengawasi pergerakan Hezbollah di Lebanon Selatan. Posisi ketinggian kastil memungkinkan observasi visual langsung terhadap rute-rute logistik dan area operasional kelompok militan, meningkatkan kemampuan intelijen dan respons cepat terhadap ancaman.

Namun, penguasaan situs ini juga membawa risiko. Mempertahankan posisi di dalam wilayah Lebanon dapat mengundang serangan balas dendam dari Hezbollah dan meningkatkan potensi korban di kedua sisi. Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa pendudukan Israel terhadap Lebanon Selatan sebelumnya berlangsung 18 tahun dan berakhir dengan penarikan unilateral pada tahun 2000 karena biaya manusia dan politik yang tinggi.

Secara geopolitik, aksi ini dapat memengaruhi dinamika regional yang lebih luas. Iran, sebagai sponsor utama Hezbollah, mungkin merespons dengan meningkatkan dukungan militer atau mendorong proxy lainnya di wilayah untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel. Hal ini dapat memperburuk siklus konflik yang telah berlangsung puluhan tahun di Timur Tengah.

Kastil Beaufort, yang pernah menjadi simbol kekuatan Perang Salib abad pertengahan, kini kembali menjadi simbol kontestasi kekuasaan modern. Nasib situs bersejarah ini mencerminkan kompleksitas konflik Timur Tengah, di mana warisan masa lalu dan konflik masa kini saling terjalin dalam lanskap yang sama.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda